banner lebaran

Akibat Jalanan Macet, Kapal di Pelabuhan Bakauheni Kosong Muatan

79

SELASA, 14 FEBRUARI 2017
LAMPUNG — Dampak dari kemacetan lalu lintas akibat pohon tumbang dan berakibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera  (Jalinsum) KM 01 Bakauheni berpengaruh pada muatan sejumlah kapal roll on roll off (Roro) di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Menurut Eddy Hermawan, selaku General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bakauheni, akibat kemacetan lalu lintas yang berimbas pada terlambatnya sejumlah kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Jawa dari Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni. Ia bahkan menyebut, KMP  Jatra II milik PT ASDP yang bertolak dari dermaga 1 Pelabuhan Bakauheni tidak mendapat muatan dan berangkat ke pelabuhan Merak Banten dalam kondisi kosong tanpa muatan. Dampaknya, diakuinya, berimbas pada pendapatan secara ekonomis karena KMP Jatra II tidak mendapat muatan saat berangkat dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

Eddy Hermawan, General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan, Cabang Bakauheni.

Kapal Jatra II tersebut diakuinya terpaksa berangkat menuju ke Pelabuhan Merak dalam kondisi tanpa muatan sama sekali, baik kendaraan campuran serta pejalan kaki akibat waktu sandar (port time) kapal hanya sekitar 45-60 menit dan jadwal kedatangan kapal lain harus tepat. Jadwal yang tetap itu, menurutnya, tidak bisa diubah sehingga meski kapal Jatra II belum mendapat muatan terpaksa harus berangkat ke Pelabuhan Merak, akibat kendaraan yang berasal dari sejumlah tempat di Pulau Sumatera terjebak macet.

“Kita memang mengalami dampak langsung dari kemacetan lalu lintas karena sebagian besar kendaraan yang akan naik kapal terjebak macet dan berimbas pada pendapatan setiap kapal yang membeli tiket untuk menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak,” ungkap Eddy Hermawan, General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Cabang Bakauheni, Selasa (14/2/2017).

Eddy Hermawan mengungkapkan, sejak Selasa (14/2) dini hari, laporan adanya  insiden pohon tumbang ditambah dengan kecelakaan lalu lintas dua buah kendaraan truk tronton dan sebuah kendaraan L300 mengakibatkan kemacetan yang semakin panjang. Ia mengaku, langsung melakukan langkah koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan dan Satlantas Polres Lampung Selatan untuk melakukan sistem buka tutup.

Sistem buka tutup tersebut dilakukan terutama saat proses bongkar kapal dengan adanya kendaraan yang turun dari kapal harus dialihkan ke Jalan Lintas Timur Sumatera dengan terhambatnya ruas Jalinsum KM 01 Bakauheni. Jarak yang cukup dekat antara Pelabuhan Bakauheni dengan lokasi pohon tumbang dan kecelakaan lalu lintas berimbas macet, diakuinya, memiliki dampak langsung bagi aktivitas di Pelabuhan Bakauheni terutama aktivitas kapal. Ribuan kendaraan yang akan menuju ke Jalinsum bahkan terpaksa sebagian harus dialihkan ke Jalan Lintas Timur saat proses evakuasi pohon tumbang dan dua kendaraan yang mengalami kecelakaan dievakuasi.

Meski demikian, Eddy Hermawan mengakui, sejak pukul 09:00 WIB pagi, operasional seluruh kapal roll on roll off (roro) di Pelabuhan Bakauheni sudah kembali normal. Seperti biasa dengan melakukan aktivitas memuat berbagai jenis kendaraan dan penumpang pejalan kaki. Kemacetan yang sudah terurai dan pengaturan lalu lintas oleh Satlantas Polres Lampung Selatan, diakuinya, telah ikut membantu kelancaran semua jenis kendaraan yang akan menuju Pelabuhan Bakauheni dan menyeberang ke Pelabuhan Merak.

Suasana di Pelabuhan Bakauheni.

PT ASDP Cabang Bakauheni hingga saat ini mengoperasikan sebanyak 28 kapal yang beroperasi di sebanyak lima dermaga di antaranya dermaga , dermaga 2, dermaga 3, dermaga 5 serta dermaga 6. Sementara dermaga 4 belum dioperasikan. Dari sejumlah dermaga tersebut pihak PT ASDP mengoperasikan sebanyak 4-6 kapal roro yang melayani pelayaran di lintasan Selat Sunda. Khusus kapal milik PT ASDP, di antaranya dioperasikan KMP Jatra I, KMP Portlink III, dan KMP Jatra II.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.