banner lebaran

Aksi Blokir Jalan Tol Trans Sumatera Berakhir Damai

75

JUMAT, 3 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Puluhan warga Dusun Cilamaya, Kampung Jering, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, akhirnya bersedia membuka pemblokiran Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di ruas  STA 4,7 Paket I Bakauheni- Sidomulyo, ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, setelah dilakukan mediasi di bawah pengamanan petugas gabungan Polres Lampung Selatan, TNI KODIM 0421 Lampung Selatan dan aparat desa setempat, Jumat (3/2/2017). Sebelumnya, warga Dusun Cimalaya memblokir jalan tersebut, karena belum mendapatkan uang ganti-rugi lahan.

Suasana aksi blokir jalan JTTS.

Kepala Kepolisian Resort Lampung Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Adi Ferdian Saputra ditemui di sela jalannya mediasi, mengatakan, pihaknya ingin memastikan proses pembangunan jalan tol tetap berjalan dengan normal, dan meminta masyarakat untuk membuka jalan yang diblokir tersebut. ”Mediasi tetap dikedepankan, karena ada jalur-jalur yang ditempuh untuk musyawarah mufakat, dan kita tidak ingin menimbulkan masalah baru,” terang Adi.

Adi yang didampingi Camat Kecamatan Bakauheni, Zaidan serta aparat desa setempat dan warga Dusun Cilamaya yang terdampak JTTS, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengganggu proses pengerjaan JTTS yang tengah dikerjakan oleh pelaksana proyek JTTS, PT Pembangunan Perumahan (PP). Adi mengatakan, masyarakat bisa ikut membantu program pemerintah, karena proyek JTTS merupakan proyek nasional untuk kesejahteraan masyarakat dan harus berjalan dengan lancar.

Sementara itu, salah-satu warga yang memiliki luasan lahan di lokasi yang dilalui pembangunan JTTS, Mukhlas (70), mengaku memiliki lahan seluas 800 meter persegi dan baru memperoleh uang tanam tumbuh sekitar Rp. 13 Juta. Sementara itu, warga lainnya, Nia (36), mengaku baru mendapatkan pencairan ganti-rugi lahan berupa bangunan dan tanam tumbuh sebesar Rp. 60 Juta. Dua orang tersebut merupakan warga Dusun Cilamaya, dari sekitar 8 orang warga yang belum menerima sepenuhnya uang ganti-rugi terkait lahan yang terimbas JTTS.
Baca:
Polres Lampung Selatan Gelar Apel Pengamanan Aksi Blokir Jalan Tol Trans Sumatera
“Kami masih menunggu keputusan terkait tanah kami yang diakui sebagai milik orang lain, yang hingga kini belum ada keputusan, karena kami mengharapkan hak kami yang terkena jalan tol segera diganti, terutama ganti-rugi tanah,” ungkap Mukhlas.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra bersama aparat desa Bakauheni saat mediasi. 

Setelah proses mediasi, disaksikan oleh Kapolres Lampung Selatan, aparat desa Kecamatan Bakauheni dibantu warga langsung membuka jalur yang diblokir menggunakan portal bambu. Pasca dibukanya portal bambu yang memblokir jalan tersebut dibuka, alat berat dikerahkan untuk melakukan pembersihan lahan dan meneruskan proses pengerjaan pembangunan JTTS yang sempat terhambat selama 2 bulan di Seksi I Bakauheni-Sidomulyo, tepatnya di STA 4,7 tersebut.

Warga berharap, dengan dibukanya jalan yang diblokir oleh masyarakat, pihak terkait segera bisa merealisasikan janjinya untuk memberikan uang ganti-rugi lahan tol yang dimiliki masyarakat, terutama setelah adanya proses sengketa dengan pemilik lahan lain yang mengklaim kepemilikan lahan tersebut.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.