Alat Ini Bantu Tunanetra Agar tak Nyasar

110
RABU 8 FEBRUARI 2017
BANDUNG—Penyandang tunanetra lazimnya membutuhkan alat bantu ketika hendak mengunjungi suatu tempat atau mengenali suatu kawasan yang asing. Seiring canggihnya perkembangan teknologi, seorang penyandang low vision asal Kota Bandung, Deki Andriansyah (33) membuat sebuah alat pemandu tunanetra yang disebut rambu bicara.
Panti Sosial Bina Netra, Jalan Padjadjaran, Bandung
Deki mengklaim alat ini yang pertama di Indonesia. Di mana menggunakan sensor cahaya dan modul suara. Nantinya penyandang tunanetra bisa mengenali jalur yang sedang lewatinya dengan mendengarkan lagu frekuensi rendah.
“Saya namakan harmonisasi modulasi otak, karena pendengaran penyandang tunanrtra lebih tajam dan sensitif. Suara serendah apapun dia bisa mendengar,” ujar Deki.
Alat ini baru diterapkan di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyataguna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung. Seluruh rambu bicara di tempat ini menggunakan lagu khas Sunda, salah satunya tembang ‘Es Lilin’ yang menandakan jalur ke kantor.
“Selain itu dipasang juga ke arah tempat ibadah dan ke tempat belajar. Karena ini dibuat atas keinginan kepala panti, sudah empat bulan di pasang,” tuturnya.
Disampaikan alat bantu ini juga ramah listrik, mengingat hanya mengkonsumsi daya lima watt dan delapan ampere. Karena mengunakan sensor cahaya, lagu dari rambu bicara ini hanya terdengar dari pukul 07.00 hingga pukul 17.00.
Menurutnya bantuan lewat suara memang sangat efektif bagi penyandang tunanetra. Deki tak menampik, untukbmurid baru di Wyataguna cenderung belum menguasai denah bahkan ada beberapa yang sering tersesat.
“Karena untuk mengetahui dan pemahaman sekitar tiga minggu sampai tiga bola. Setiap orang berbeda-beda,” kata dia.
Harapan Deki alatnya ini bisa diaplikasikan juga di setiap sudut Kota Bandung. Karena beberapa negara, sebut saja Australia menurutnya sudah menggunakan alat bantu suara pada berbagai kawasan.
“Seharusnya seluruh Kota Bandung pakai untuk menuju kemandirian dan menunjukkan arah,” pungkasnya. 
Jurnalis: Rianto Nudiansyah/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Rianto Nudiansyah
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.