Aliansi BEM Semarang Kecam Tindakan Anarkis di Pabrik Semen Rembang

77
JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

SEMARANG — Tindakan anarkis puluhan orang yang menggeruduk kemah perjuangan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) menuai kecaman berbagai pihak, salah satunya dari BEM Universitas Sultan Agung (Unisulla).
 Pengurus BEM Unisulla, Dias Saktiawan bersama JMPPK saat long march dari Rembang-Semarang
Presiden BEM Unisulla, Dias Saktiawan mengatakan, apa yang dilakukan oleh oknum pekerja Pabrik Semen SI saat membongkar paksa tenda JMPPK merupakan tindakan arogan dan represif dalam proses penyampaian pendapat.  
“Kami mengutuk tindakan tersebut dan mendukung penuh perjuangan saudara-saudara Kendeng agar tanahnya terbebas dari eksploitasi cukong,”  tegas Dias saat dikonfirmasi CDN, Jumat (17/2/2017).
Presiden BEM Unisulla, Dias Saktiawan
Dirinya meyakini bahwa ada kekuatan kapital yang bisa mengendalikan tindakan anarkis tersebut sehingga kegaduhan-kegaduhan ini seolah tidak berujung. Perusakan kemah di Gunem merupakan tanda-tanda bahwa bangsa ini melalui segenap kekuatan tangan besinya sedang berusaha membunuh nilai-nilai kebebasan dalam berekspresi dan mengeluarkan pendapat. 
“Seolah-olah kebebasan berekspresi dan berpendapat ini hanya boleh dimiliki oleh mereka para elit dan komunitas yang memiliki modal di tanah ini,”sebutnya.
Hal senada juga disampaikan Presiden BEM Universitas Diponegoro (Undip), Jadug Trimulyo. Pihaknya tetap konsisten untuk menolak pengembangan bahan baku dan pembangunan serta pengoperasian PT SI. 
Merujuk tentang UU No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan, maka ketika Peninjauan Kembali nomor 99 PK/TUN/2016  tentang pembatalan izin lingkungan dikabulkan MA otomatis segala kegiatan di Gunem harus berhenti total.
“Kami juga menolak politisasi izin penambangan dengan berbagai dalih yang sifatnya prosedural setelah dikeluarkannya PK,” tambah Jadug.
Selain itu, BEM Undip juga menuntut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk patuh pada putusan Mahkamah Agung tentang pembatal izin lingkungan pabrik semen di Rembang.
Sebelumnya, aksi perusakan tenda dilakukan pada hari Jumat (10/02/2017). Seperti dilaporkan oleh koordinator JMPPK Joko Prianto, pada malam hari 50 orang oknum pekerja pabrik semen menggruduk tempat berkumpulnya masyarakat yang kontra pendirian.
Di tempat tersebut mereka membongkar portal yang telah didirikan warga. Tak hanya itu, massa juga merusak dapur dan Musholla semi permanen, akibat kejadian tersebut ibu-ibu yang berada di dalam tenda seketika histeris berhamburan keluar.

Jurnalis : Khusnul Imanuddin / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Khusnul Imanuddin

Lihat juga...

Isi komentar yuk