Andy Mahardika Buat Ukulele Bandung Tembus Luar Negeri

190
SENIN 6 FEBRUARI 2017
BANDUNG—Bukan musisi namanya jika tidak kreatif. Berangkat dari hobi memainkan ukulele, Andy Mahardika (33) mampu membuat alat musik petik dari Hawai itu, hingga tembus pasar luar negeri.
Andy Mahardika
Bermula tahun 2015 lalu, Andy kesulitan menemukan ukulele yang kualitasnya yahud di Indonesia. Akhirnya dia membuat sendiri dengan perkakas seadanya, seperti pahat dan gergaji. 
“Awalnya yang pesen hanya teman-teman saja, lalu saya punya ide bikin merek sendiri, namanya Mahardika Instrumen,” ujar Andy, Minggu (5/2/2017).
Dia paham betul, untuk diperjualbelikan maka kualitas produknya mutlak harus didongkrak juga. Andy pun merasa perlu membobol tabungan untuk membeli mesin planer dan router. 
Memang lulusan Desain Produk di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini sempat kerja praktek pada salah satu pabrik gitar lokal. Dari situ dia mendapat banyak ilmu, lantas dituangkan ke dalam produk garapannya.
“Awalnya bisa dibilang modal dengkul. Tadinya kan enggak niat untuk dijual hanya hobi saja. Alat juga seadanya,” katanya.
Kini, Andi mengaku, bisa meraup omset antara Rp6 juta hingga Rp12 juta perbulannya. Sejauh ini, pemasaran Mahardika Instrumen hanya memaksimalkan digital marketing. Di mana pembeli terbanyak didapat dari media sosial.
“Sekitar 90 persen memang pembelinya dari online. Awalnya saya bikin website, lalu bikin akun di media sosial seperti Facebook dan Instagram,” ucapnya.
Tak disangka, banyak pula musisi dari luar negeri yang memesan ukulele buatan Andy. Sebut saja Singapura, Malaysia, Taiwan bahkan beberapa negara di Timur Tengah.
“Saya bikinnya lebih ke custom order, jadi produknga cuma ada satu, yang pesan biasanya memang perorangan,” tuturnya.
Karena hanya menjual ukulele custom alias seusai permintaan pemesan, dia tak bisa menafsirkan banderol produknya. Hanya saja, untuk harga termurah dia pernah menjual Rp1,8 juta. 
“Kalau yang terakhir paling mahal itu Rp13 juta. Itu dijualnya ke luar (negeri) karena kan kalau yang dijual ke sana spesifikasinya memang dibedakan. Terus ditambah hardcase juga,” kata dia memaparkan.
Perbedaan ukulele garapannya dengan produsen lokal lainnya ada pada desain. Di mana Andy tidak menggunakan blue print bentuk alat musik yang diproduksi pabrikan besar.
“Kalau produk saya dari mulai desain sampai detail-detail lainnya dibuat sendiri,” kata Andi mengakhiri percakapan.
Jurnalis: Rianto Nudiansyah/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Rianto Nudiansyah
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.