Angin Kencang Ancam Tanaman Jagung di Sikka

263
SENIN, 6 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Angin kencang yang melanda Kabupaten Sikka sejak akhir Januari dengan kecepatan yang semakin meningkat membuat para petani di kelurahan Waliti, Hewuli, dan Wuring yang berada di Kecamatan Alok Barat merasa cemas. Pasalnya, tanaman jagung warga di lahan yang berada sekitar 300 samai 500 meter dari bibir pantai ini terancam rubuh diterpa angin kencang yang terus melanda bahkan sudah membuat tanaman jagung mulai merunduk.

Tanaman jagung yang berada di daerah bukit relatif aman dari terpaan angin kencang.

Saat ditemui Cendana News di kebunnya di Kelurahan Hewuli, Yosef Dea, mengatakan, rata-rata umur jagung yang ditanam berkisar antara sebulan, bahkan ada yang sudah memasuki usia tanam dua bulan.

“Rata-rata jagung yang ditanam ada yang sudah mulai berbunga dan mengeluarkan tongkol sehingga bila diterpa angin kencang pasti akan rebah ke tanah dan batangnya bisa patah,” tuturnya.

Yosef  berharap agar angin kencang segera reda sehingga tanaman jagungnya seluas satu hektar di lahan kebunnya tidak rusak. Selain itu, apabila harus menanam lagi tentu waktunya tak mencukupi sebab musim hujan sudah hampir berakhir.

“Kalau angin bertambah kencang, maka tanaman jagung kami akan rusak dan pasti akan gagal panen,” sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Hendrikus Rasi, warga Kelurahan Wuring yang ditemui sedang mengecek tanaman jagung seluas 2 hektar miliknya yang berada di dekat jalan prioritas nasional lintas utara Flores. Hendrik pun mengaku cemas dengan kondisi angin kencang, sebab hampir semua tanaman jagungnya sudah mulai berbunga dan ada yang sudah mengeluarkan tongkol. Diperkirakan akan dipanen akhir Februari nanti.

“Saya menanam jagung hibrida dan bibitnya saya dapat dari pembagian oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sikka sehingga bila tanaman jagungnya rusak, dirinya akan mendapat bibit kembali, namun kemungkinan berhasil sangat kecil,” terangnya. Kalau harus tanam ulang, lanjut Hendrik, dirinya harus berpikir dua kali. Sebab selain telah mengeluarkan tenaga dan waktu untuk menanam kembali, selain itu biasanya usai menanam jagung dirinya akan kembali menanam sayuran. Seperti biasanya.

“Kami hanya tanam jagung untuk dikonsumsi sendiri saja. Bila musim kemarau kami akan menanam sayuran sebagai penghasilan utama kami,” pungkasnya.

Pantauan Cendana News, di 3 kelurahan ini, rata-rata tanaman jagung sudah mulai berbunga. Di tempat tertentu, kondisi jagungnya masih berumur 2 sampai 3 minggu dengan tinggi sekitar 30 sampai 50 sentimeter, khususnya yang ditanam di dekat pantai, batang jagungnya mulai terlihat miring.

Sementara itu, hamparan tanaman jagung yang berada jauh dari pantai yaitu di perbukitan, relatif lebih aman dan terlihat berdiri tegak. Hempasan angin pun terasa tidak terlalu kencang, meski rata-rata tanaman jagungnya pun sudah mulai mengeluarkan bunga dan tongkol.

Data yang didapat dari Dinas Pertanian Sikka menyebutkan, luas tanaman jagung di Kabupaten Sikka mencapai 13.700 hektar dengan rincian 11 ribu hektar benih jagung hibrida dan 2.700 hektar memakai benih jagung komposit. Sedangkan sisanya, seluas 4 ribu hektar oleh petani ditanami benih lokal.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Baca Juga
Lihat juga...