banner lebaran

Anoa di Manado, Lahir Dramatis

137

RABU, 8 FEBRUARI 2017

MANADO — Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado, melalui Anoa Breeding Center (ABC) pada Selasa (7/2/2017) kemarin, berhasil melakukan proses kelahiran induk anoa, hewan endemik Sulawesi, secara dramatis.

Induk anoa Denok dan anaknya di kandang ABC BP2LHK Manado.

Dari cerita Drh. Adven Simamora yang disampaikan pada Cendana News Rabu (8/2/2017), induk anoa yang diberita nama Denok melahirkan secara distoksia atau istilah manusia sungsang. Proses kelahiran dimulai pada pukul 11.40 WITA. Dari tim ABC melakukan observasi ke kandang Denok dan pukul 14.10 anoa Denok mulai terjadi kontraksi dengan posisi duduk dan berdiri sambil terus dilakukan pengamatan oleh dokter hewan dan tim ABC. Sekitar pukul 15.50 WITA terlihat kaki fetus (anak anoa) sudah keluar, sehingga anoa Denok kesulitan untuk melahirkan.

Pada pukul 17.16 WITA Drh. Adven dan tim ABC kemudian berusaha menarik anak anoa yang sudah lahir dan pukul 17.19 WITA kaki depan dan kepala mulai keluar dengan posisi yang normal setelah dilakukan reposisi. Pukul 17.20 WITA fetus keluar. Tim ABC dan Drh. Adven serta Drh. Stefani dari Tasikoki kemudian melakukan pembersihan ari-ari anak anoa dan induk anoa serta pemberian injeksi vitamin ke induk anoa Denok.

“Penanganan proses kelahiran anoa Denok dilakukan secara hati-hati dan sesuai prosedur yang berlaku layaknya proses persalinan manusia agar hewan anoa baik induk dan anaknya tidak stres. Puji Tuhan, anak anoa bisa lahir dengan sehat dan selamat. Ini merupakan suka-cita bagi tim ABC yang disambut dengan gembira. Saat ini kita tinggal tunggu peresmian pemberian nama dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar,” ungkapnya, Rabu (8/2/2017) di kantor BP2LHK.

Sementara itu, Kepala BP2LHK Manado, Dodi Garnadi, bersama Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut, Agustinus Rantelembang, memberikan apresiasi kepada tim ABC BP2LHK yang telah menjaga dan merawat satwa endemik Sulawesi ini yang terancam punah. Hingga saat ini, anoa yang ada di Sulut bisa bertahan meski hanya 8 ekor.

Dokter hewan Adven Simamora.

“Anoa Sulawesi ini populasinya terancam punah dan di seluruh wilayah Sulawesi Utara diperkirakan tinggal 5000 ekor sehingga satwa ini harus dilindungi,” kata Rantelembang, Rabu (8/2/2107).

Jurnalis: Ishak Kusrant / Editor: Satmoko / Foto: Ishak Kusrant

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.