Antisipasi Aksi 112, Pelabuhan Bakauheni Dijaga Ketat

109

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Rencana aksi 112 yang akan dilaksanakan di Jakarta besok dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat di Lampung mulai berangkat menggunakan moda transportasi kendaraan sewaan atau carteran di antaranya bus dan kendaraan pribadi. Beberapa kendaraan yang membawa berbagai elemen masyarakat yang akan melakukan aksi 112 di antaranya kendaraan bus BE 2288 AD, bus AA 1635 CD dan 1 unit minibus toyota jenis  Innova warna putih nopol BE 1170 CC sudah menyeberang ke Jakarta dengan menggunakan KMP Batu Mandi Panjang di dermaga II Pelabuhan Bakauheni.

Aparat melakukan pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Selain itu, beberapa elemen masyarakat juga mengendarai  4 unit bus pariwisata nopol AA 1572 FW, BE 2313 CU, BE 2052 CU, dan BE 2321 AU sudah menyebrang ke Jakarta dengan menggunakan KMP Mutiara Persada I Panjang di dermaga III Pelabuhan Bakauheni.

Sebelumnya, masyarakat yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Lampung berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti aksi demo 112 sudah menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni. Ratusan massa yang menggunakan 6 bus itu, berkumpul terlebih dahulu di Masjid Agung Kubah Intan Kalianda untuk melaksanakan ibadah salat Jumat.

Amir, salah satu peserta aksi mengatakan, sebelum berangkat mereka berkumpul terlebih dahulu di Teluk Betung Bandar Lampung menunggu rombongan lain. Menurut dia, sedikitnya ada 300 orang dari berbagai elemen di Lampung yang ikut dalam aksi 112 tersebut yang sebelumnya mendaftar dan di antaranya tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Lampung.

Untuk mengantisipasi keberangkatan para pendemo, aparat kepolisian dari Polres Lampung Selatan sudah bersiaga di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni dengan melibatkan personil dari beberapa Polsek Penengahan, Satlantas Polres Lampung Selatan, Satuan Pembinaan dan Penyuluhan serta kesatuan lain di antaranya SatIntelkan Polres Lampung Selatan.

Kapolsek Penengahan, AKP Mulyadi Yakub, mengatakan, proses penyekatan semula dilakukan di perempatan Palas namun menjelang sore hari seluruh personil diperintahkan membantu penguatan di area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni. Ia mengaku, pihaknya hanya melakukan pemantauan dan pengamanan rombongan aksi 112 serta membantu penguatan pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

“Setiap kendaraan bus yang mereka gunakan dilakukan pemeriksaan di Pelabuhan Bakauheni untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, di antaranya pemeriksaan terhadap barang-barang bawaan para penumpang,” ungkap Kapolsek Penengahan AKP, Mulyadi Yakub, saat apel pengamanan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Jumat (10/2/2017).

Pihak kepolisian sendiri, kata dia, tidak bisa melarang mereka untuk berangkat. Polisi juga tidak bisa mencegah masyarakat dari berbagai elemen yang akan berangkat tersebut, karena itu personil polisi hanya melakukan pengamanan dan antisipasi.

“Kita hanya mengimbau agar peserta aksi khususnya dari Lampung tidak melakukan aksi anarkis saat aksi demo dan pulang ke Lampung kembali dengan selamat,” imbau dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Cendana News, massa dari berbagai elemen masyarakat ini rencananya akan turun ke jalan pada aksi 112. Mereka akan memenuhi sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin, Jakarta, dengan tuntutan menegakkan Surat Al Maidah ayat 51.

Spanduk penistaan agama yang disita polisi.

Pantauan Cendana News puluhan anggota polisi melakukan pemeriksaan terhadap semua kendaraan yang melintas dan saat dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan pribadi peserta aksi ditemukan sebuah spanduk berisi penolakan terhadap Ahok. Spanduk tersebut selanjutnya disita dan diamankan di Mapolsek Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.