banner lebaran

Antisipasi Aksi 112, Polres Karanganyar Gelar Razia Besar

64

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017

SOLO — Sehari jelang aksi 112 di Jakarta, Polres Karanganyar, Jawa Tengah, menggelar razia besar-besaran di jalur Surabaya-Jakarta, pada Jumat Sore (10/2/2017). Razia yang dipusatkan di Simpang Palur, Jaten, Karanganyar itu dengan menerjunkan 80 personil kepolisian lengkap dengan senjata.

Aparat kerahkan anjing pelacak untuk mendeteksi mobil box.

Sasaran dari razia besar ini adalah mobil box yang berasal dari luar kota. Untuk mendeteksi adanya bahan berbahaya, maupun narkoba, polisi nmenerjunkan anjing pelacak dan lay detector. Razia ini dilakukan guna pengamanan menjelang aksi 112 di Jakarta, sekaligus antisipasi dan mempersempit ruang gerak pelaku gangguan Kamtibmas di wilayah Karanganyar dan sekitarnya.

“Kita lakukan razia dengan 80 personil ini salah satunya untuk antisipasi adanya gangguan Kamtibmas. Program ini merupakan langkah Polres Karanganyar yang memberlakukan tiada hari tanpa razia,” ucap Kasubag Dalops Polres Karanganyar, AKP Suwarsi, di sela razia. 

Suasana pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan bermotor.

Selain mobil box, polisi juga memberhentikan sejumlah bus antarprovinsi untuk dilakukan pengecekan barang, baik di penumpang bus maupun di bagasi bus. Sejumlah polisi wanita juga mengingatkan penumpang untuk lebih berhati-hati saat melakukan perjalanan menggunakan bus. Misalnya dengan tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal.

“Ini untuk antisipasi adanya kejahatan di dalam bus. Tidak hanya copet, karena modus perjalanan jauh adalah dengan gendam. Ini yang kita tekankan,” tandasnya.

Kasubag Dalops Polres Karanganyar, AKP Suwarsi.

Razia yang dilakukan di Palur, Jaten, Kabupaten Karangannyar  itu, berlangsung aman dan tidak ada temuan  barang yang dianggap mencurigakan. Meski demikian, Polres Karanganyar tetap terus intens melakukan razia di perbatasan untuk mengantisipasi jika ada gangguan Kamtibmas.

“Kita juga lakukan razia di 5 titik lain di Karanganyar. Kita tekankan karena untuk mempersempit gerak pelaku gangguan Kamtibmas serta mengurangi angka kecelakaan,” tambahnya.

Hasil dari operasi besar yang merupakan program tiada hari tanpa razia itu, puluhan kendaraan yang tidak lengkap surat-suratnya terkena  tilang. Mereka harus mengurus denda di Pengadilan Negeri Karanganyar.

Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto:  Harun Alrosid

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.