banner lebaran

Ara Komala: Damandiri Memberikan Bukti Nyata Berdayakan Rakyat Kecil

66
JUMAT 3 FEBRUARI 2017
JAKARTA—Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri—Saat anak-anak sudah mandiri dalam kehidupannya masing-masing, pikiran orangtua biasanya sedikit lega. Karena itu artinya orangtua bisa bersantai menikmati hari tua. Namun prinsip ini tidak berlaku bagi Ara Komala, warga RT09, RW02, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. 
Walaupun suaminya masih bekerja sebagai tenaga administrasi fakultas sebuah perguruan tinggi ternama di Jakarta, dia tidak mau tinggal diam. Ara Komala tetap aktif di lingkungan tempat tinggalnya sebagai seorang koordinator kelompok Tanggung Renteng Tabur Puja Posdaya Bacang, RW02, Srengseng Sawah binaan Yayasan Damandiri.
Penanggung Jawab (PJ) Kelompok 1 atau biasa disebut PJ1, begitulah kode yang tertera di sistem pembukuan Tabur Puja untuk Ara Komala. Sesuai wilayah tempat tinggalnya, Ara Komala sebagai PJ1 banyak menghimpun anggota dari sekitar kediamannya. Mulai dari RT 08, RT 09, sampai RT 10 adalah kantong-kantong sosialisasi Tabur Puja PJ1 Ara Komala.  Dia menghimpun para ibu rumah tangga, tua maupun muda, untuk memberdayakan diri mereka lewat Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja).
Anggota kelompok PJ1 sebanyak 22 orang, terdiri dari para pedagang kecil seperti tukang siomay keliling, tukang onde-onde pinggir jalan, tukang nasi uduk rumahan bahkan sampai guru sekolah yang membuka usaha di rumah. Jumlah pinjaman anggota kelompok PJ1 antara Rp2-4 Juta, sudah masuk putaran pinjaman ketiga Tabur Puja. Cicilan para anggota terpantau lancar karena dana Tanggung Renteng mereka masih aman belum tersentuh.
“Pertemuan kelompok PJ dua dilakukan minggu, pekan keempat setiap bulannya. Melalui pertemuan inilah saya selalu mengingatkan anggota agar menjaga performa cicilan dan tabungan masing-masing agar ketika selesai mencicil pinjaman, mereka bisa mendapatkan pinjaman modal usaha lagi. Arahan saya diikuti oleh anggota, buktinya satu orang anggota kelompok sudah dipercaya mengambil pinjaman sebesar empat juta,” terang Ara Komala.
Pengrajin Kripik Singkong
Selain aktif mengurus kelompok Tabur Puja, Ara Komala ternyata seorang pengrajin keripik singkong. Keripik singkong buatannya masih tradisional, namun volume produksinya cukup besar. Ia biasa memproduksi 20 kantong keripik singkong setiap hari, dengan masing-masing kantong berisi 25 kemasan keripik singkong. Ia biasa menitipkan keripik singkong buatannya di warung-warung maupun kantin sekolah. Keripik singkong buatan Ara biasa diecer kepada pembeli seharga Rp 1000-2000 per kemasan.
Agar tidak merepotkan suami maupun anak-anaknya, ia meminjam modal melalui Tabur Puja untuk mengembangkan usaha keripik singkong miliknya. Awalnya hanya bisa memproduksi sekitar 8-10 kantong per hari, setelah mendapat dana Tabur Puja ia bisa memproduksi 20 kantong per hari. Bahkan tidak jarang jika pasaran sedang ramai, ia mampu memproduksi sampai 30 kantong keripik singkong. 
“ Saya coba berpikir maju ke depan. Dengan kondisi anak-anak sudah mandiri dan suami yang masih bekerja, seharusnya ini saat bersantai sejenak. Akan tetapi, bisakah seseorang bersantai sementara masih ada tetangga bergulat dengan permasalahan ekonomi tak berkesudahan? Itulah yang menyebabkan saya aktif di Posdaya khususnya program wirausaha mikro Tabur Puja,” lanjut Ara.
Sedangkan tentang usaha keripik singkongnya, Ara Komala menyatakan bahwa itu dilakukan agar di masa usia indahnya sekarang tidak menyusahkan orang lain, terutama suami dan anak-anak. Disamping itu, ia bisa membuktikan dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Tabur Puja Yayasan Damandiri memang sebuah program wirausaha mikro yang membantu pengusaha kecil untuk berkembang. Tidak memandang siapapun orangnya, asalkan memenuhi persyaratan dan lolos kualifikasi, pasti bisa menikmati Tabur Puja untuk mengangkat taraf hidup keluarga masing-masing.
“Jadi Yayasan Damandiri dengan program Tabur Puja selama ini sudah memberi bukti nyata, bukan sekedar janji sementara saja. Semoga Damandiri semakin maju, sehingga Tabur Puja selamanya tetap ada sebagai tiang besar penopang usaha milik rakyat kecil,” demikian pernyataan Ara Komala menutup perbincangan dengan Cendana News.
Selain aktif dalam kegiatan Posdaya Bacang dan bisnis keripik singkong, Ara Komala juga mengelola beberapa pintu kontrakan miliknya sebagai salah satu investasi hari tua.
Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.