Baliho Pilkada Papua, Diduga Sesatkan Masyarakat

137

RABU, 8 FEBRUARI 2017

JAYAPURA — Tujuh hari jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Jayapura 15 Februari mendatang, marak muncul baliho-baliho sosialisasi tentang mencoblos surat suara satu calon dan tak masuk dalam golongan putih (Golput).

Baliho ajakan memilih kolom putih surat suara satu calon Pilkada Kota Jayapura yang berada di Padang Bulan, Abepura, Kota Jayapura.

Pantauan langsung Cendana News di lapangan ditemukan, sosialisasi mengajak masyarakat untuk mencoblos surat suara satu calon. Anehnya dalam baliho tersebut pemilih diarahkan mencoblos kolom kosong yang berdampingan dengan kolom ilustrasi pasangan calon.

Temuan media di lapangan juga ada dua titik baliho yang menyesatkan tersebut, yakni di sekitaran Expo, Waena dan Padang Bulan, Abepura, Kota Jayapura. Dalam baliho tersebut terpampang logo Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pojok kanan atas dan logo Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura.

Selain itu tertulis dengan kalimat, “Gunakan hak pilih Anda sebagai penentu 5 tahun ke depan agar Kota Jayapura kita ada perubahan dalam segala hal… Pilihlah pemimpin yang baru untuk perubahan COBLOS KOLOM KOSONG sebagai bentuk masyarakat yang peduli demokrasi dan peduli perubahan Kota Jayapura.”

Selain tulisan, pada kolom putih terdapat gambar coblos dan bertuliskan ‘Kolom ini adalah suara Anda’ diakhiri dengan kalimat ‘Jangan Golput, waspadai dagang surat suara’. Saat Cendana News di lokasi tersebut, melihat satu-persatu pengendara menghentikan kendaraannya untuk mengabadikan foto tersebut dan membaca dengan jelas apa yang tertera di baliho.

Posisi baliho ini berdampingan dengan pasangan calon Boy Markus Dawir (BMD) dan Nur Alam (Alam), serta baliho ucapan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 oleh Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo.

Ketua Panwaslu Kota Jayapura, Yakobus Murafer saat dikonfirmasi mengaku, baliho tersebut adalah ilegal dan tidak dibenarkan. Karena menurutnya, dalam surat suara satu pasangan calon, pada bagian kanan adalah foto pasangan calon dan kiri kolom kosong berwarna putih, memiliki makna yang sama.

“Itu baliho ilegal, karena itu mengajak masyarakat untuk memilih pada kolom kosong,” kata Yakobus dari ujung selulernya, Rabu (08/02/2017).

Pihaknya menuturkan bahwa KPU Kota Jayapura telah melakukan sosialisasi surat suara serta bagaimana tata cara pemberian suara tentang satu pasangan calon yang ada dalam surat suara dan berdampingan dengan kolom kotak putih.

“Itu bukan kewenangan kami untuk menurunkan spanduk ilegal. Tapi ada instansi Satpol PP terkait yang akan melakukannya,” tuturnya.

Memang pihaknya telah mendapat laporan itu, namun ia mengaku masih menunggu instruksi dari pihak KPU Kota Jayapura. “Dalam aturan, pihak KPU Kota Jayapura akan memberikan peringatan pertama kepada orang atau tim pemenangan pasangan calon yang memasang baliho tersebut selama 1 x 24 jam. Kalau hal tersebut tidak diindahkan, maka jalan selanjutnya adalah menurunkan baliho tersebut,” kata Yakobus

Dengan adanya baliho tersebut, menurutnya, dapat membingungkan masyarakat dan juga membuat masyarakat semakin tidak mengerti dengan berbagai ragam baiho yang bertebaran di Kota Jayapura.

“Sosialisasi yang diberikan KPU juga masih minim, ditambah lagi dengan baliho-baliho seperti ini. Apalagi, ini baru pertama kali terjadi Pilkada dengan hanya satu calon. Aneh memang, tapi mau bagaimana lagi. Mau bilang demokrasi juga bingung, apakah ini yang disebut demokrasi,” ujarnya.

Sementara Roy, salah satu pengguna jalan yang sempat mengabadikan baliho tersebut menggunakan kamera selulernya mengatakan, sangat lucu adanya baliho tersebut. Karena tak jauh dari itu ada baliho resmi KPU Kota Jayapura yang mensosialisasikan tentang Pilkada Serentak.

“Kalau seperti ini saya mending golput saja sudah. Demokrasi sudah tak jelas di kota ini,” kata Roy saat ditemui Cendana News.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.