Bank Sampah Nusantara LPBI NU Buka Dua Cabang di Brebes

158

SENIN, 13 FEBRUARI 2017

BREBES — Prinsip dasar pengelolaan sampah yang ramah lingkungan adalah harus diawali oleh perubahan cara memandang dan memperlakukan sampah. Paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru pengelolaan sampah. Paradigma baru adalah memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan, misalnya untuk kerajinan, alat edukatif, kompos, dan pakan ternak.

Instruktur sedang memberikan pengarahan mengenai ragam pemanfaatan sampah.

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melalui Bank Sampah Nusantara (BSN) memulai upaya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan berbasis komunitas dan pesantren.

“BSN sudah mempunyai 15 cabang di seluruh Indonesia dalam kurun waktu sepuluh bulan. Bulan lalu, BSN membuka cabang di Bogor. Sebelum mendirikan cabang baru, Tim BSN melakukan kajian tentang potensi perhitungan sampah per orang, potensi bisnis yang dihasilkan dari pengelolaan sampah dan potensi sumberdaya manusia yang ada di sebuah wilayah,” tutur Fitria Ariyani, Direktur BSN LPBI NU.

PAda Minggu, 12 Februari 2017, BSN pun membuka cabang di Desa Kertabesuki, Kecamatan Wanasari, dan di Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, dibuka oleh Tim BSN LPBI NU Pusat.  Dua cabang ini diharapkan menjadi embrio BSN lain untuk selalu menyuarakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Brebes.

Sebelum dua cabang baru di atas dibuka, Tim BSN LPBI NU Pusat melakukan sosialisasi materi penyelamatan dan pelestarian lingkungan untuk masa depan. Serta menjelaskan manajemen BSN, mulai dari manajemen operasional, manajemen produksi dan manajemen pemasaran.

Sosialisasi yang pertama dilakukan di Desa Kertabesuki, Kecamatan Wanasari, dihadiri 30 orang warga yang mayoritas pengurus ranting muslimat NU. Pendirian BSN ini ditandai dengan dokumentasi hasil karya kerajinan tangan dari koran bekas dan terpilihnya Rodhia sebagai Kepala BSN Cabang Desa Kertabesuki.

“Acara ini juga merupakan rangkaian road show dalam rangka merayakan Hari Peduli Sampah Nasional 2017. Setelah ini, pembentukan BSN akan terus dilakukan, karena di tahun 2017 ini  kita mempunyai target pembentukan 40 cabang BSN di seluruh Indonesia,” imbuh Fitria Ariyani.

Sosialisasi BSN dilanjutkan ke Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba. Kegiatan yang dihadiri 90 orang ibu-ibu PKK bertempat di balai desa. Sambutan dukungan diberikan oleh Kepala Desa Saifuddin Trirosanto yang akan menganggarkan dana untuk kegiatan BSN di Desa Bulusari.

Ibu-ibu yang terlibat dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah di Brebes.

“Bank Sampah Nusantara kita ini baru berjalan, kami sangat butuh bantuan untuk ke depan, supaya BSN di desa kita ini berjalan terus tanpa hambatan,”  kata Endang Supri Lestari, Kepala BSN Cabang Desa Bulusari yang terpilih memberikan sambutan penutup acara.

Editor: Satmoko / Foto: Istimewa

Baca Juga
Lihat juga...