Banyak Mudaratnya, Bupati Karanganyar Larang Siswa Rayakan Valentine Day

270

SENIN, 13 FEBRUARI 2017

SOLO — Jelang 14 Februari yang sering dijadikan sebagai Hari Kasih Sayang, Valentine Day, Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengeluarkan kebijakan tersendiri. Yakni, melarang penyenggelaraan kegiatan  yang berkaitan dengan Valentine Day, baik di dalam maupun di luar sekolah.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo. Insert: SE Larangan merayakan valentine day.

Larangan dikeluarkan melalui Surat Edaran bernomor  794.12/2017, tertanggal Karanganyar, 13 Februari 2017, ditujukan kepada seluruh Kepala Sekolah, baik di tingkat  SD, SMP, SMA/SMK Negeri/Swasta di Kabupaten Karanganyar. Larangan penyelenggaraan kegiatan sekolah merayakan Valentine Day itu dikarenakan bertentangan dengan norma sosial dan budaya bangsa Indonesia. “Ada beberapa hal yang salah dalam memahami hari kasih sayang, karena valentine day ini lebih cenderung kepada pacaran yang kebablasan yang mengarah free sex,”  ucap Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, kepada Cendana News, Senin (13/2/2017).

Tak hanya itu, sejarah Valentine Day  dinilai bukan sebagai  hal yang patut dicontoh bagi generasi muda, khsususnya pelajar. Terlebih, dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi infomasi melalui gadget, semakin membuat rentan terutama anak di usia remaja. “Dengan era yang seperti ini, kita berharap bisa meminimalisir, yakni dengan tidak merayakan valentine day,”  tandasnya.

Rohadi menambahkan, untuk merayakan hari kasih sayang tidak harus tanggal 14 Februari dan dapat dilakukan setiap hari. Tentunya, kepada orang yang tepat, dan tidak melanggar norma sosial. “Silahkan berkasih sayang kepada istri atau suami, jika sudah memiliki, atau dengan orangtua dan anak. Toh valentine day bukan budaya Indonesia, yang justru lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” imbuhnya.

Adanya SE Bupati ini, sebut Rohadi, telah disosialisasikan kepada seluruh sekolah yang ada di Karanganyar. Tak hanya itu, seluruh sekolah juga diminta untuk melanjutkan SE ini, guna memberikan sosialisasai kepada orang tua/ wali murid siswa. “Sudah hari ini kita kirimkan ke seluruh sekolah, dan dilanjutkan kepada  orangtua siswa, agar tidak merayakan valentine day,” paparnya.

Jurnalis: Harun Alrosid/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Harun Alrosid

Baca Juga
Lihat juga...