banner lebaran

Begawe Merarik dan Budaya Makan Sayur Ares di Pulau Lombok

216

MINGGU, 19 FEBRUARI 2017

LOMBOK — Ada yang unik dalam tradisi acara begawe merarik (pesta pernikahan) masyarakat suku Sasak Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama masyarakat pedesaan, yaitu pesta makan dengan sayur ares (batang pisang muda).

Menu masakan ares siap dihidangkan bagi tamu undangan di acara begawe merariq (pesta pernikahan)

“Sudah sejak zaman nenek moyang, menu masakan ares wajib dihidangkan di setiap acara begawe untuk sebagai menu masakan bersama warga kampung setempat, maupun tamu undangan,” tutur Sedah kepada Cendana News, Minggu (19/2/2017).

Sedah mengatakan, selain dimaksudkan sebagai menu sayuran pelengkap, juga dipercaya bisa bisa membawa keberkahan, karena merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan subur.

Umar, warga lainnya mengatakan, menu masakan ares biasanya hanya akan disajikan pada saat acara begawe merarik dan begawe kematian, sementara untuk acara atau kegiatan lain jarang disajikan.

Mengingat memang acara begawe merarik melibatkan seluruh warga kampung setempat, termasuk keluarga dan tamu undangan, sehingga membutuhkan menu tambahan sebagai varian selain daging maupun beberapa jenis menu masakan lain.

“Besaran menu masakan ares yang dimasak untuk dihidangkan juga cukup banyak, antara dua sampai tiga gentong untuk hari pertama dan kedua, karena pada masyarakat pedesaan Pulau Lombok, acara begawe merarik biasanya dilakukan antara tiga sampai dua hari dua malam,” ceritanya.

Untuk menghasilkan menu masakan ares sendiri, sebelum acara puncak begawe merarik, pemuda kampung tempat berlangsungnya acara pergi menebang pohon pisang yang masih muda.

Beberapa ibu-ibu sedang memasak sayur ares

Batang pisang muda yang telah dibawa dikelupas dan diambil batang mudanya dan diiris kecil mengikuti bundaran batangnya, selanjutnya diremas dengan dicampur garam.

“Setelah itu ares dicuci dan siap dimasak dengan perasan air santan dicampur bumbu berupa bawang, cabai rawit, sang ketumbah dan sejumlah bumbu pelengkap lainnya,”tutupnya.

Jurnalis : Turmuzi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.