Berdayakan Nelayan Pesisir, Damandiri Libatkan Perguruan Tinggi

JUMAT, 3 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Perguruan tinggi sebagai salah-satu subsistem pendidikan nasional, memiliki Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Menurut Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaja, 3 elemen Tri Dharma tersebut bisa diberdayakan untuk menyejahterakan masyarakat.

Penyerahan MoU dari Menteri KKP, Susi Pudjiastuti (tengah) kepada Rektor Universitas Trilogi, Asep Saefuddin.

“Universitas Trilogi adalah salah-satu subsistem pendidikan nasional. Dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata atau KKN tematik, mereka memiliki kekuatan sumber daya yang dapat diandalkan dalam bersinergi dengan Yayasan Damandiri, untuk setiap program pemberdayaan kami, khususnya Posdaya, dengan Tabur Puja di dalamnya,” sebut Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Indonesia era Pemerintahan Presiden kedua RI, H.M. Soeharto, kepada Cendana News, Kamis (2/2/2017), di The Sultan Hotel Residence.

Penandatanganan MoU Tahap Kedua
Dalam penanda-tanganan nota kesepahaman atau MoU antara Yayasan Damandiri, Universitas Trilogi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di The Sultan Hotel Residence, Kamis kemarin, ada antusiasme tinggi dari ketiga pihak mengenai MoU berisi program pemberdayaan masyarakat nelayan pesisir dan pulau-pulau terpencil tersebut. Mengingat MoU ini adalah perpanjangan dari MoU pertama pada 2013, KKP puas atas semua keberhasilan yang dicapai, sehingga perlu dilanjutkan.

Bagi Yayasan Damandiri, ini merupakan sebuah kesempatan emas dalam menyejahterakan masyarakat lewat program terbaru mereka, yakni Desa Lestari atau Desa Sejahtera Berkelanjutan. Sedangkan bagi Universitas Trilogi, MoU tahap kedua ini secara langsung merupakan pengakuan Pemerintah kepada civitas akademika Universitas Trilogi, bahwa mereka memang berhasil menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Gairah baru MoU tahap kedua ini ditanggapi penuh semangat oleh Rektor Universitas Trilogi, Asep Saefuddin, saat bertemu Cendana News, usai penanda-tanganan MoU. “Kami diminta untuk membuat riset sekaligus pemberdayaan masyarakat nelayan pesisir, ditambah dengan mereka yang berada di pulau-pulau kecil Nusantara. Penggunaan teknologi-teknologi kelautan juga bisa kami terapkan dalam setiap program yang berjalan nanti. Ini sebuah kesempatan sekaligus tantangan besar bagi kami untuk terus membuktikan, bahwa kami memang memiliki sumber daya riset dan teknologi yang luar biasa,” sebut Asep, bersemangat.

Selesai Penyerahan MoU

Keberhasilan Sinergi Yayasan Damandiri dan Universitas Trilogi
Dalam MoU pertama, banyak kegiatan yang dilakukan Universitas Trilogi bersama Yayasan Damandiri, khususnya pengembangan rumput laut di desa-desa nelayan. Dengan keberhasilan ini, banyak masyarakat akhirnya mendapat penghasilan tambahan dari budi-daya rumput laut. Pengalaman inilah yang bakal menjadi acuan untuk kembali menyusun program selanjutnya.

Kepercayaan dari Pemerintah, dalam hal ini KKP, tidak sembarangan, karena memang sudah melewati kajian mendalam dari pihak KKP mengenai hasil kerja Yayasan Damandiri dan Universitas Trilogi. Bahkan, untuk MoU kedua ini, KKP meminta Sinergi Damandiri dan Trilogi bisa mengadopsi beberapa pulau untuk disuntikkan program-program pemberdayaan masyarakat yang bisa menyejahterakan para nelayan di pulau tersebut.

“Pulau-pulau yang nantinya berhasil, kami adopsi dan sejahterakan penghuninya itu akan menjadi role model bagi Universitas atau Perguruan Tinggi lain. Jadi, bukan hanya Trilogi saja, Perguruan Tinggi lain bisa melakukannya. Namun, pemrakarsa awalnya adalah Universitas Trilogi, tentunya bersinergi dengan Yayasan Damandiri,” lanjut Asep Saefuddin.

Selamatkan Pulau Melalui Program Posdaya
Indonesia terdiri dari ribuan pulau, sehingga jika masing-masing Perguruan Tinggi dapat masuk ke dalam satu pulau saja, dapat dihitung berapa pulau yang terselamatkan. Adalah suatu kebanggaan, bahwa pulau yang berhasil disejahterakan oleh program-program pemberdayaan civitas akademika Universitas Trilogi menjadi percontohan bagi Universitas lain untuk melakukan hal yang sama ke depannya.

Proyek pemberdayaan masyarakat pulau terpencil, memerlukan proses panjang dengan biaya yang tidak sedikit. KKP akan menopang dengan dana-dana infrastruktur, Universitas Trilogi menggunakan dana riset yang mereka miliki, sedangkan dana pemberdayaan masyarakat seperti Tabungan Kredit Pundi Sejahtera atau Tabur Puja akan ditangani Yayasan Damandiri.

“Bahkan, Yayasan Damandiri juga ikut membantu dana riset kami nantinya. Jadi, proyek besar ini totalitas sinergi dari tiga pihak secara gotong-royong dan saling mendukung satu sama lain. Serta tidak menutup kemungkinan lahirnya Posdaya baru di daerah pesisir atau pulau terpencil. Posdaya adalah kekuatan dahsyat milik Damandiri dan Trilogi,” imbuhnya.

Artinya, program pembentukan Posdaya akan berlanjut, namun lebih spesifik, yakni di wilayah pesisir, dengan pengembangan budidaya yang memang sesuai dengan wilayah itu, seperti rumput laut, perikanan dan garam. “Semuanya tergantung case yang berkembang di lapangan, tunggu saja berita baiknya nanti,” pungkas Asep, menutup perbincangan.

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Miechell Koagouw

Komentar