Berkas Perkara 2 Tersangka Diksar MAPALA UII Yogyakarta, Dilimpahkan

109

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

SOLO — Berkas perkara kasus tewasnya 3 mahasiswa Mapala Universitas Islam Indonesia (UII) Yogayakarta,  hari ini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Karanganyar, Jawa Tengah. Berkas setebal 1.500 halaman itu diterima oleh Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (16/2/2017).

Dua BAP Dua Tersangka Kasus Diksar MAPALA UII Yogyakarta diserahkan ke Kejari Karanganyar.

Pelimpahan berkas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh 2 tersangka dalam kegiatan Diksar Mapala di Hutan Tlogodringo, Tawangmangu, Karanganyar, pada 13-20 Januari 2017, lalu, diserahkan langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Karanganyar, Ajun Komisaris Polisi Rohmat Asyari. “Tahap pertama, kita sudah menyelesaikan berkas perkara dari dua orang yang telah ditetapkan tersangka. Selanjutnya, untuk dijadikan periksa dari pihak Jaksa,” ujar Rohmat kepada sejumlah awak media.

Rohman menjelaskan, berkas perkasa kasus tewasnya 3 mahasiswa UII Yogyakarta yang dilimpahkan ke Kejari Karanganyar itu baru berisi Berita Acara Pemeriksaan (BAP), yang dilakukan Penyidik selama ini. Meski 2 berkas yang telah dilimpahkan masing-masing setebal 1.500 halaman, pihaknya belum seluruhnya mencamtumkan hasil labfor dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah, maupun barang bukti yang ada. “Kita menyerahkan hasil visum, tapi untuk hasil labfor dan barang bukti lainnya belum disertakan. Tahap pertama ini dulu, dan nanti bisa dilakukan koreksi,” imbuhnya.

Berkas Perkara 2 tersangka yang dilimpahkan itu atas nama Angga  dan Wahyudi, yang mrupakan senior dari Panitia Diksar Mapala UII yang menewaskan 3 mahasiswa peserta Diksar. Dari pelimpahan tahap pertama berkas perkara ini,  diharapkan segera dilakukan pemeriksaan, sehingga bisa dilakukan perbaikan. “Termasuk dua tersangka, kita juga belum limpahkan,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Rohmat Asyari.

Sementara itu, Kasi Pidana Umum Kejari Karanganyar, Heru Prasetyo, menjelaskan, dalam pemeriksaan Berkas Perkara tahap pertama ini, pihaknya membutuhkan waktu maksimal 7 hari. Setelah itu, jaksa akan memberikan evaluasi terkait berkas perkara yang sudah dilimpahkan. “Kita punya waktu tujuh hari untuk menentukan sikap, apakah berkas ini sudah lengkap atau belum,” jelas Heru, kepada Cendana News.

Menurut Heru, materi pemeriksaan tersebut meliputi aspek formil dan material dalam kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan 3 nyawa melayang. Termasuk di dalamnya pasal sangkaan yang dijatuhkan kepada tersangka, sudah sesuai dengan KUHP atau belum. “Seperti aspek-aspek penyidik ini sudah dilakukan atau belum. Terkait material perkara, mengenai perbuatan yang dilakukan, apakah sudah sesuai dengan pasal yang disangkakan. Setelah lengkap, baru berkas perkara siap disidangkan,” pungkasnya.

Jurnalis: Harun Alrosid/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Harun Alrosid

Baca Juga
Lihat juga...