Berkat Damandiri, Usaha Sampingan Jadi Usaha Andalan

121

KAMIS, 9 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Sebagai Ketua Posdaya Bougenville binaan Yayasan Damandiri, Intan Nuraini memiliki tugas sebagai penggerak seluruh kegiatan pemberdayaan yang dilakukan Posdaya. Tetapi, di samping tugas-tugasnya tersebut, ia juga menjadi anggota simpan pinjam Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja).

Cheese Stick buatan Intan Nuraini.

Perempuan kelahiran Surabaya, 12 November 1972 ini, dikenal ulet dalam kegiatan usaha atau berdagang. Keuletannya dalam berdagang berjalan seiring keahlian membuat kue-kue kering atau kuliner lainnya. Intan kerap membuat kue kering seperti nastar, putri salju, keripik tempe, pastel kering, bahkan kue kembang goyang khas Betawi. Intan banyak menerima pesanan kue kering di hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Natal dan Imlek. Selain itu, ia juga kerap mengikuti bazaar maupun pameran kuliner cemilan pasar yang diadakan Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, hingga tingkat Kodya Jakarta Selatan.

Untuk membuat 10 kemasan ukuran 1 kilogram kue kering, Intan mengeluarkan modal sekitar Rp. 100.000. Dengan banderol Rp. 20.000 per 1 kemasan, Intan meraup omset Rp. 200.000. Laba bersih Intan separuh dari modal yang dikeluarkannya, yaitu Rp. 100.000. Kue kering buatan Intan ini tidak hanya dibuat berdasarkan pesanan saja, namun juga rutin dilakukan. Dalam seminggu, Intan bisa 2 kali melayani pemesanan kue kering dari berbagai tempat dan untuk berbagai keperluan.

Pertemuan Intan dengan Tabur Puja memunculkan rencana baru mengenai usaha kue keringnya. Apalagi, ketika mendapat pencairan modal usaha putaran pertama sebesar Rp. 2 Juta, Intan langsung mempersiapkan ekspansi usahanya. Modal usaha dari Tabur Puja dibagi dua, yang Rp 1,5 Juta dijadikan modal usaha operator pulsa seluler dan melayani pembelian pulsa listrik, sisanya sejumlah Rp. 500.000 digunakan menambah varian cemilan ringan baru untuk melengkapi usaha kue keringnya selama ini, yaitu cheese stick.

Semua usaha Intan dijalankan di rumah, dibantu suami yang sudah lama pensiun dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dan, alasan memilih cheese stick sebagai varian kue kering adalah karena selama ini cheese stick buatan Intan sangat digemari, baik oleh keluarganya di rumah maupun orang-orang yang pernah mencicipinya.  Bahkan, cheese stick sebenarnya adalah cemilan andalan Intan, tetapi karena terbentur modal, ia urung untuk membuatnya. “Untuk menjaga sensasi rasa, keju yang digunakan harus berimbang dengan bahan lainnya. Dan, harga keju lumayan mahal,” sebut Intan.

Intan Nuraini.

Dengan menambah cheese stick sebagai varian kue kering yang selama ini dibuatnya, laba bersih usaha kue kering Intan semakin berlipat. Dengan produksi cheese stick mencapai 20 kemasan ukuran 1 kilogram setiap kali pembuatan, berhasil menambah laba bersih kue kering  yang tadinya sejumlah Rp. 100.000, meningkat 400 persen menjadi Rp. 500.000 per satu kali pemesanan. Dari sebatas cemilan yang dibuat untuk keluarga di rumah, dengan modal usaha Tabur Puja, cheese stick bisa dikembangkan untuk mendulang lebih banyak rejeki.

“Selama ini, hanya usaha kecil-kecilan saja sekaligus menyalurkan hobi membuat kue kering sambil mendapat penghasilan tambahan. Tetapi, dengan masuk menjadi anggota Tabur Puja sekaligus mendapat suntikan modal usaha, kue kering bukan lagi sebatas penghasilan tambahan, tapi menjadi penghasilan yang bisa diandalkan,” tutur Intan, kepada Cendana News.

Saat ini, keikut-sertaan Intan di Tabur Puja sudah masuk putaran kedua, dengan jumlah pinjaman modal usaha mikro sebanyak Rp. 3 Juta, dengan termin pelunasan 12 bulan.  Dengan tabungan yang bertambah seiring pelunasan cicilan, Intan memiliki keyakinan bahwa pada putaran ketiga nanti jumlah pinjamannya bisa bertambah.

“Sistem penilaian manajemen Tabur Puja mengatur, jika kondite anggota bagus dalam mencicil, ditambah jumlah tabungan bisa mencapai minimal lima ratus ribu rupiah dalam satu putaran. Jumlah pinjaman anggota dapat naik satu juta rupiah untuk putaran berikutnya. Sepertinya pada putaran ketiga nanti pinjaman saya bisa naik jadi empat juta rupiah,” pungkasnya.

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Miechell Koagouw

Baca Juga
Lihat juga...