banner lebaran

BKP Lampung Amankan Telur dan Burung Tanpa Dokumen di Pintu Masuk Pelabuhan Bakauhen

90
RABU 8 FEBRUARI 2017
LAMPUNG—Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni mengamankan sebanyak 18.773 kilogram  telur ayam konsumsi dan sebanyak 280 ekor burung kicau tanpa dokumen. Menurut Penyidik Karantina Bakauheni Buyung Hadiyanto mendampingi kepala penanggungjawab kantor kepala karantina Bakauheni Drh.Azhar operasi tersebut dilakukan dalam rangka operasi patuh karantina yang dilakukan petugas karantina yang dilakukan Petugas Karantina Lampung Wilker Pelabuhan Bakauheni. Operasi ini digelar  bersama petugas Kepolisian Kepolisian Sektor Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dan petugas Karantina Ikan yang digelar di Pelabuhan Bakauheni.
Pengamanan burung tanpa dokumen.
Buyung Hadiyanto mengungkapkan dalam operasi kepatuhan tersebut petugas berhasil mengamankan telur ayam konsumsi sebanyak 18.773 kilogram dan burung jenis Colibri sebanyak 280 ekor di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Telur yang dikirimkan tersebut merupakan telur konsumsi yang akan dikirim dari peternakan di wilayah Sumatera Utara untuk pasokan sejumlah toko dan pedagang.
Menurut Buyung Hadiyanto telur konsumsi tersebut diangkut menggunakan alat angkut truk box tronton dengan nomor polisi BK 9888 FK yang berasal dari wilayah Medan dengan tujuan Jakarta. Berkat kejelian pemeriksaan petugas karantina dan petugas kepolisian barang tanpa dokumen tersebut berhasil diketahui karena pengirim awalnya mengaku mengirim barang tersebut dengan dokumen lengkap ternyata saat diperiksa tidak memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) serta dokumen karantina lainnya.
“Kita amankan telur ayam konsumsi tersebut karena tidak membawa dokumen sesuai dengan persyaratan yang ditentukan karantina,” ungkap petugas penyidik karantina pertanian Bakauheni  Buyung Hadiyanto saat dikonfirmasi Cendana News,Rabu(8/2/2017. 
Selain telur ia mengungkapkan dalam operasi kepatuhan tersebut Balai Karantina Pertanian juga mengamankan ratusan ekor  burung diangkut dengan menggunakan alat angkut bus Putra Remaja dengan nomor polisi AB 7037 AS asal Kayu Agung, Sumatera Selatan dengan tujuan Solo, Jawa Tengah menggunakan keranjang buah.
Pengamanan telur oleh petugas karantina tersebut  karena tidak dilengkapi dengan dokumen kesehatan yang dipersyaratkan dan tidak dilaporkan serta tidak diserahkan kepada petugas Karantina untuk dilakukan tindakan karantina.
Pengamanan telur dan burung tanpa dokumen tersebut menurut Buyung Hadiyanto mengacu pada Undang Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan,ikan dan tumbuhan. Pengamanan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah perlalulintasan organisme pengganggu hama karantina dan hama pembawa hewan karantina yang dilalulintaskan melalui Pelabuhan Bakauheni.
Pemeriksaan kendaraan oleh BKP Lampung.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.