Bohri Rahman, dari Arisan Hingga Tebar Sejuta Bibit Ikan

135

SABTU, 11 FEBRUARI 2017

LOMBOK — Setelah malang melintang selama 40 tahun lebih bergelut dengan dunia penyiaran dan jurnalistik di Radio Republik Indonesia (RRI) tidak membuat H. Bohri Rahman hanya sekedar berdiam diri di rumah menikmati hari tuanya bersama keluarga.

Embung rakyat Batu Bokah Desa Banyu Urip menjadi sasaran gerakan sosial menebar sejuta bibit ikan

Sebagai orang yang pernah bergelut di dunia jurnalistik dengan pergaulan sosial luas, pria 68 tahun tersebut merasa tidak puas hanya berdiam diri. Ia terus berupaya mencari cara untuk melakukan suatu kegiatan yang bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Berawal dari kegelisahan itulah, Bohri bersama puluhan mantan wartawan tua dan sejumlah relawan mencetuskan gagasan gerakan menebar sejuta bibit ikan di ribuan embung rakyat yang terdapat di NTB.

“Ide gerakan melepas sejuta bibit ikan berawal dari komunitas wartawan tua yang ingin bisa melakukan kegiatan sosial yang bisa bermanfaat bagi masyarakat dan tidak sekedar mengisi waktu luang hanya dengan kegiatan arisan,” cerita Bohri kepa Cendana News, Sabtu (11/2/2017).

Mewujudkan gagasan tersebut, Bohri bersama puluhan wartawan tua awalnya melakukan iuran. Uang yang terkumpul senilai 700 ribu digunakan membeli bibit ikan dan dilepas di salah satu embung rakyat, embung Muncan Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebanyak sembilan ribu ekor pada 21 Agustus 2016 lalu.

H. Bohri Rahman

Setelah pelepasan bibit ikan pertama di embung rakyat Muncan dilakukan, kegiatan tersebut oleh Bohri bersama wartawan senior lain melemparnya ke publik melalui media sosial (Medsos).

“Diluar dugaan, gerakan sosial melepas sejuta bibit ikan tersebut mendapat respon luar biasa dari masyarakat dan banyak yang mengapresiasi dengan ikut bergabung dan menyalurkan donasi dana untuk mensupot gerakan sosial tersebut,”sebutnya.

Bahkan dalam perjalanan, yang meminta bergabung dan menyalurkan donasi tidak saja dari masyarakat biasa, tapi juga kalangan pengusaha dan pejabat pemerintahan, karena dinilai sebagai gerakan mulia.

Dengan wajah semangat, pria dikenal murah tersenyum tersebut menceritakan, beberapa pejabat Pemda NTB yang tergabung dan menjadi donatur gerakan sosial melepas sejuta bibit ikan di embung rakyat, antara lain Wakil Ketua DPRD NTB, KH. Mahalli Fikri, Asisten ll Pemprov NTB, Kepala BKPM-PT NTB.

Termasuk kalangan akademisi asal NTB yang mengajar di dalam dan luar negeri. Sementara dari kalang pengusaha ada dari Aasosiasi Pemilik Kapa se-Indonesia

“Atas dasar besarnya dukungan dari masyarakat dan keprihatinan tentang kondisi ribuan embung rakyat yang masih kekurangan itulah, pihaknya semakin bersemangat melakukan gerakan sosial menebar sejuta bibit ikan, bahkan lebih,”katanya.

Dikatakan, selain embung rakyat Muncan Lombok Utara, relawan juga telah melepas bibit ikan di sejumlah embung rakyat lainnya, antara lain embung Batu Bokah, embung Orok Gendang, embung Bombas, embung Pengge Lombok Tengah dengan jumlah bibit ikan mulai dari 10 hingga 35 ribu.

Pelepasan bibit ikan jenis nila dan koi ke setiap embung rakyat sendiri dilakukan setiap satu minggu sekali bersama relawan, termasuk dengan menggandeng pemuda di desa setempat, supaya ikan yang dilepas bisa dijaga sampai besar.

Bohri yang juga koordinator gerakan sosial menebar sejuta bibit ikan menyebutkan, sampai saat ini, nilai donasi yang terkumpul dari para donasi mencapai 41 juta rupiah.

“Dengan adanya gerakan sosial ini, diharapkan akan bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak dan memang gerakan sosial menabar sejuta bibit ikan murni dilakukan untuk gerakan kemanusiaan,” tutupnya.

Jurnalis : Turmuzi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.