Cabai Rawit di Yogyakarta Stabil di Angka Rp.120.000 per Kilogram

71

SENIN, 13 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Harga cabai rawit merah di sejumlah wilayah di Kota Yogyakarta hingga kini masih stabil tinggi. Berdasar pantauan di sejumlah pasar tradisional di kota budaya itu, harga cabai rawit merah bahkan masih berkisar di angka Rp. 120.000 per kilogram. Tingginya harga cabai tersebut telah berlangsung sejak sepekan terakhir. 

Yani, pedagang cabai di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta.

Salah seorang pedagang cabai rawit di Pasar Tradisional Beringharjo Kota Yogyakarta, Yani, menyebut harga cabai rawit merah saat ini mencapai Rp. 120.000. Harga itu dikatakan sudah bertahan sejak sekitar satu minggu terakhir. Sebelumnya, harga cabai rawit merah bahkan sempat menyentuh angka Rp. 140.000, meski kemudian berangsur turun menjadi Rp. 130.000 dan saat ini menjadi Rp.120.000 per kilogram.

Yani yang ditemui Senin (13/2/2017), juga mengatakan, harga cabai paling tinggi saat ini memang hanya pada jenis rawit merah. Untuk cabai jenis lain seperti keriting, atau teropong diketahui masih berkisar di bawah Rp. 50.000 per kilogramnya. “Untuk rawit hijau itu tujuh puluh ribu rupiah per kilo. Cabai keriting merah tiga puluh lima ribu rupiah per kilo. Cabai keriting hijau dua puluh lima ribu rupiah per kilo. Teropong merah empat puluh lima ribu rupiah per kilo dan teropong hijau dua puluh ribu rupiah per kilo,” paparnya.

Menurutnya, meski harganya masih sangat tinggi, ketersediaan cabai rawit sendiri masih stabil. Yani sendiri mengaku mendatangkan stok cabai tersebut dari wilayah Magelang, Jawa Tengah. “Karena masih tinggi, penjualan jadi agak turun. Pembeli lebih banyak membeli cabai selain rawit, sepeti teropong atau kriting. Kalau beli rawit paling hanya sedikit,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Kristini, warga Mergangsan, Kota Yogyakarta, menyayangkan tingginya harga cabai rawit yang berlangsung sejak beberapa minggu terakhir hingga di atas Rp. 100.000 per kilonya. Ia menilai, hal itu membuat rakyat kecil seperti dirinya semakin kesulitan untuk sekedar membeli cabai rawit. Padahal, cabai rawit merupakan salah-satu bahan bumbu pokok untuk keperluan rumah tangga sehari-hari.  “Harapanya ya kalau bisa harganya segera turun. Karena biasanya itu kan tidak sampai tiga puluh ribu rupiah per kilonya,” ujarnya.

Pihak BULOG DIY sendiri sebagaimana diungkapkan Kepala BULOG Divre Yogyakarta, Miftahul Adha, masih terus melakukan operasi pasar cabai yang mulai dilakukan sejak pertengahan Januari 2017, dan masih berlangsung hinga kini. Hal itu dilakukan sebagai upaya menurunkan harga cabai di pasaran. Yakni, dengan menjual cabai di sejumlah RPK atau Rumah Pangan Kita. Operasi pasar tersebut rencananya akan terus dilakukan hingga harga cabai berada bawah Rp. 50.000 per kilogram.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.