Cafe Virendra Jalinsum Sajikan Menu Khas Durian dan Kopi

289

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Meski cukup ramai beberapa tempat kuliner di Kecamatan Ketapang Jalan Lintas Timur Lampung, namun masih sedikit yang menyediakan lokasi untuk tempat berkumpul bagi anak anak muda di Kecamatan Ketapang. Beberapa anak muda yang berada di wilayah tersebut bahkan lebih memilih mencari lokasi hiburan dan tempat bersantai ke wilayah Kabupaten Lampung Timur.

Sajian sop durian variasi

Bermula dari kondisi tersebut, Junaidi Sutopo (22) dan sang isteri Rani Fitriani (20) membuka cafe Virendra yang menyediakan menu sop durian beserta berbagai menu lainnya yang ditujukan untuk kawula muda.

“Selain karena isteri menyukai dunia kuliner saya dan isteri sempat berpikir untuk menciptakan tempat yang nyaman dan sekaligus untuk bersantai anak anak muda di sini dan memberi ruang untuk menikmati seni musik saat malam hari,”ungkap Junaidi Sutopo, sang pemilik Cafe Virendra di Jalan Lintas Timur KM 8 Desa Pematang Pasir Kecamatan Ketapang Lampung Selatan, Minggu (12/2/2017).

Cafe Virendra yang diambil dari nama sang anak secara khusus menyajikan menu sop durian dengan berbagai menu lainnya. Awalnya bersama isteri mengunjungi salah satu gerai sop durian di sebuah mall di kota Bandarlampung dan salah satu pemilik gerai menawarkan kerjasama.

Gayung pun bersambut, belum adanya cafe sop durian sejenis di ruas Jalan Lintas Timur membuat ia dan sang isteri mantap membuka cafe sop durian. Didukung konsep cafe durian dengan area terbuka di bagian depan dengan payung payung dan kursi, area dalam berada di dekat kasir serta lantai dua yang berkonsep lesehan telah menjadi magnet untuk tempat bersantai kalangan anak muda dan warga di Kecamatan Ketapang.

Lahan tepat di depan rumahnya yang semula belum digunakan pun disulap dengan cukup artistik dengan dinding yang dilukis menggunakan tekhnik air brush oleh seniman lokal asal Desa Berundung.

Seniman seni lukis dinding (mural) dan grafiti bernama Sungkowo Wijaya bahkan diminta oleh Junaidi untuk mempercantik tampilan cafe sop durian miliknya. Beberapa lukisan karekter serta tokoh tokoh kartun, lukisan abstrak serta seni mural lain memenuhi hampir seluruh dinding. Selain itu penggunaan hiasan pagar bambu yang dicat cokelat menjadi pemisah ruangan terbuka yang berada di tepi Jalan Lintas Timur tersebut dengan bagian dalam sehingga menambah latar belakang remaja dan pemuda yang sedang berniat kekinian dengan berfoto serta mengunggah foto di media sosial.

Ruangan bagian dalam cafe yang dipenuhi hiasan mural

Penggunaan plafon kayu dan bambu serta lesehan dari karpet pada lantai dua untuk memberi kesan nyaman bagi pengunjung yang menyasar anak anak usia sekolah. Menyasar para pelajar, anak anak muda menu yang dihadirkan didominasi menu durian dan menu menu lain dengan harga yang bersahabat dan terjangkau.

Beberapa menu utama berbahan baku durian diantaranya berupa sop durian original dengan harga Rp12.000, sop durian sedang dengan harga Rp17.000, sop durian jumbo dengan harga Rp20.000. Pilihan menu durian lain diantaranya sop durian variasi yang terdiri dari sop durian variasi biasa dengan harga Rp15.000, sop durian sedang variasi dengan harga Rp19.000 dan sop durian jumbo variasi dengan harga Rp22.000. Masih dengan bahan dasar durian, menu sop durian pelangi dengan beberapa campuran rasa lain pun ditawarkan diantaranya sop durian ketan putih dengan harga Rp17.000, sop durian dark coklat dengan harga Rp15.000, sop durian orea dengan harga Rp13.000, sop durian jelly dengan harga Rp10.000, sop durian alpukat dengan harga Rp13.000 dan sop durian pancake dengan harga Rp16.000.

“Semuanya berbahan durian montong yang saya datangkan langsung dari Medan Sumatera Utara karena durian yang memiliki rasa khas manis dan wangi sementara untuk durian lokal kita buat menu makanan lain yang berbahan durian,”ungkap Junaidi.

Junaidi Sutopo sang pemilik Cafe Virendra

Selain itu menu kuliner berbahabn durian yang juga diminati dengan harga terjangkau diantaranya sup durian mini dijual dengan berbagai varian diantaranya sop durian original seharga Rp8.000, sop durian kasur ijo Rp11.000, sop durian pelangi seharga Rp9.000. Varian es krim dengan tambahan pancake juga ditawarkan diantaranya es krim pancake seharga Rp8.000,es krim sedang seharga Rp13.000 dan es krim jumbo Rp18.000 perporsi.

Di cafe yang buka sejak pukul 10:30 WIB hingga pukul 23:00 WIB pada hari biasa dan hingga pukul 01:00 WIB setiap akhir pekan juga menawarkan berbagai menu makanan lain. Diantaranya Es Goreng Yogyakarta yang merupakan paduan roti yang digoreng sementara di dalamnya berisi es krim serta tambahan taburan keju, susu serta cokelat, menu tersebut menjadi menu favorit pengunjung dengan harga Rp10.000 perporsi.

Sementara berbagai menu makanan lain juga disajikan sesuai selera pengunjung diantaranya mpek mpek biasa, kentang goreng saous tomat, mpek mpek jumbo, stick kentang, cireng, seblak ceker, mie goreng hingg nasi goreng kampung yang dihargai dari kisaran harga Rp5.000 hingga Rp15.000 per porsi.

Bagi pecinta kopi, Cafe Virendra tetap menyediakan kopi durian yang dibanderol dengan harga Rp14.000 per porsi sementara berbagai jenis kopi lain yang disediakan diantaranya merupakan kopi kopi instan dan kopi tradisional dengan harga mulai Rp3.000 hingga Rp10.000 pergelas.

“Rata rata anak muda yang berkunjung di sini terutama saat malam hari menyukai menu kopi hitam serta minuman hangat lainnya sembari bercengkerama bersama kawan kawan lainnya,”terang Junaidi.

Salah satu remaja yang sering berkunjung ke cafe Virendra bersama kawan kawannya diantaranya Vita (17) warga Kecamatan Ketapang mengaku menyukai menu kentang goreng serta menu es goreng Yogyakarta dan menu es durian mini. Vita yang duduk di kelas 12 di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kecamatan Ketapang mengaku menyukai Cafe Virendra untuk berkumpul bersama kawan kawan sebaya yang berasal dari sekolah lain.

“Selama ini kita kan harus ke Lampung Timur untuk mencari tempat nongkrong, tapi dengan adanya cafe sop durian ini membuat Ketapang semakin ramai dan kita bisa melihat kawan kawan kita bermain musik dan menyalurkan bakat bermusik,”terang Vita.

Vita (kiri) bersama dua temannya menikmati sajian menu es goreng dan sop durian di Cafe Virendra Jalan Lintas Timur Ketapang

Selain Vita, beberapa remaja di Ketapang, Yeni (15) yang berasal dari salah satu sekolah tingkat SMA di wilayah Ketapang selain ingin menikmati sajian menu sop durian dan menu menu lain ia juga ingin terlihat kekinian. Setelah menikmati kebersamaan dengan kawan kawan usia sekolah mereka akan mengunggah foto foto yang ada ke media sosial Instagram (IG) serta Facebook (FB). Para remaja yang ditemui Cendana News tersebut mengaku berharap dengan adanya cafe serta beberapa tempat bersantai saat sore hari tersebut akan menghidupkan suasana Kecamatan Ketapang yang selama ini masih sepi terutama saat malam hari.

Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.