Cuaca Ekstrim, Berdampak Padamnya Listrik di Flores Bagian Timur

108

RABU, 8 FEBRUARI 2017

MAUMERE — General Manager PLN Area Flores Bagian Timur, Arif Rohmatin, mengatakan, cuaca ekstrim yang melanda wilayah NTT, termasuk Pulau Flores, telah mengakibatkan banyak pohon tumbang serta ranting yang jatuh menerjang kabel dan gardu listrik, sehingga menyebabkan padamnya listrik di sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata, selama 24 jam, sejak Selasa (7/2/2017), kemarin.

Petugas PLN sedang memotong pohon yang tumbang di depan kantor Dinas Koperasi Sikka.

Menurut Arif, sejak 3 minggu terakhir ini PLN mengalami  gangguan jaringan di beberapa wilayah akibat angin kencang, petir dan hujan yang berdampak kepada padamnya listrik. “Bila mengalami gangguan, pihak PLN akan langsung mengerahkan tenaga dan berusaha semaksimal mungkin agar gangguan bisa segera diantisipasi,” tuturnya.

Petugas PLN Area Flores Bagian Timur di tiga kabupaten ini, sebut Arif, juga sering turun memantau kondisi jaringan dan ada di Kantor PLN juga ada petugas yang piket 24 jam dan selalu siap turun ke lokasi gangguan. “Dalam sehari, bisa terjadi pemadam total dan pemadaman di beberapa gardu serta di beberapa daerah yang jaringannya melewati sungai, hutan dan juga kebun masyarakat, intensitas gangguan jaringan semakin besar,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Arif, pengiriman bahan bakar yang dipakai untuk menggerakan mesin pembangkit listrik dengan menggunakan kapal motor ke beberapa wilayah kerja PLN di pulau-pulau juga bisa terganggu. “Namun untuk wilayah kepulauan, PLN memiliki cadangan BBM selama tujuh hari, sehingga bila ada keterlambatan masih bisa diatasi dan kami selalu usahakan agar tidak melewati tujuh hari,” ungkapnya.

General Manager PLN Area Flores Bagian Timur Arif Rohmatin.

PLN, sebut Arif,  baru bisa melakukan pengiriman Selasa (7/2/207)  pagi, namun setiap hari pengiriman BBM akan coba terus dilakukan bila cuaca memungkinkan dan mendapat izin berlayar dari pihak otoritas pelabuhan. Dirinya pun menjelaskan, PLN memiliki sistem proteksi  mesin, sehingga bila ada gangguan jaringan secara otomatis sistem akan bekerja. Hal demikian juga menjaga keamanan mesin, jaringan dan manusia. “Misalnya, ada kabel yang putus, maka listrik di wilayah tersebut akan padam sehingga tidak ada setrum yang akan membahayakan manusia,” terangnya.

Selaku pimpinan, Arif meminta maaf kepada masyaraat akibat terjadinya pemadaman listrik akibat cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Provinsi NTT beberapa hari sebelumnya, yang kemungkinan juga masih akan terjadi beberapa hari ke depan.

Pantauan Cendana News, listrik di Kota Maumere padam sejak Selasa (7/2/2017) siang sekitar pukul 12.00 WITA hingga Rabu (8/2/2017) sekitar pukul 12.30 WITA atau selama 24 jam akibat rusaknya jaringan dan gardu. Padamnya listrik dengan jangka waktu yang sama juga terjadi di wilayah Kabupaten Flores Timur.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.