banner lebaran

Cuaca Masih Buruk, Nelayan Kecil Balikpapan Jadi Tukang Ojek

52

SENIN, 20 FEBRUARI 2017

BALIKPAPAN — Gelombang tinggi dan cuaca buruk yang melanda sejak akhir Desember 2016 lalu, membuat nelayan kecil tak dapat melaut khususnya bagi nelayan dengan kapal kapasitas di bawah 5 Gross Ton. Akibat cuaca yang belum bersahabat itu, nelayan terpaksa alih profesi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Yosmianto

Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Balikpapan, Yosmianto, mengatakan, nelayan yang memiliki kapal kecil sementara tidak melaut dahulu. Karena, bila dipaksakan juga tidak memungkinkan, sehingga mereka yang memiliki kapal kecil mencari penghasilan dengan mengojek, dan membuat ikan asin bagi ibu-ibunya. “Sebenarnya bukan alih profesi, hanya mengisi kekosongan waktu tidak melaut kemudian diisi dengan ngojek untuk menambah penghasilan. Ya, memanfaatkan waktunya dengan cari penghasilan lainnya,” jelasnya, Senin, (20/2/2017).

Sejumlah nelayan Balikpapan tersebar di sejumlah titik, yakni Manggar, Markoni dan Kampung Baru sekitar 5.000 orang. Dari jumlah itu, 3.000 nelayan di antaranya bekerja sebagai nelayan dengan kapal di bawah 5 GT.

Yosmianto, mengatakan pula, pihaknya tentu saja tak bisa memprakirakan hingga kapan gelombang tinggi dan angin barat akan berhenti. Namun, pihaknya telah memiliki program diversifikasi untuk nelayan, khususnya ibu-ibu nelayan agar mereka tetap memperoleh penghasilan meski tak melaut.

“Program diversifikasi ini sudah lama ada, agar mereka khususnya nelayan kecil memperoleh penghasilan bila cuaca buruk. Ya, programnya seperti jemur ikan, mengubah ikan menjadi makanan lain. Kita latih mereka untuk UKM membuat makanan dari bahan dasar ikan laut. Seperti amplang, ikan asin, tepung ikan, pengolahan rumput laut,” sebut pria yang akrab disapa Yos.

Sementara itu, nelayan kapal besar masih bisa melaut dan kebutuhan ikan untuk dikonsumsi masih bisa dipenuhi. Sedangkan jenis ikan tangkap yang biasa dikomsumsi  di pasaran, yakni ikan kakap, trakulu. Sedangkan ikan kecil yang banyak dikomsumsi seperti ikan kembung dan layang. “Selain itu, guna memenuhi konsumsi ikan, budidaya ikan tambak juga membantu pasokan ikan di pasar,” pungkasnya.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ferry Cahyanti

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.