banner lebaran

Damandiri Kembangkan Insulin Pencegah Diabetes dan Hipertensi

64

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Penggemar makanan manis dan kuliner daging kambing memiliki masa depan yang kurang menguntungkan dalam konteks kesehatan. Mereka biasanya akrab dengan gejala gangguan kesehatan, seperti diabetes dan hipertensi (tekanan darah tinggi). Dua penyakit ini adalah jenis penyakit dengan biaya penyembuhan yang cukup besar. Bahkan, untuk hipertensi, jika penderita berhasil selamat dari serangan awal, ada dua kondisi yang terjadi, pertama tidak terselamatkan, kedua selamat, namun lumpuh separuh badan (stroke).

Bibit Insulin hasil stek (cutting)

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian melalui Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) wilayah Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama dan Kodya Jakarta Selatan, mulai membagikan bibit tanaman insulin sebagai jenis tanaman toga (obat) yang bisa dikembangkan masyarakat sebagai antisipasi perkembangan penyakit diabetes dan hipertensi. Di wilayah Rawa Simprug, RW 09, Grogol Selatan, tanaman insulin ternyata mulai dikembangkan di Kebun Bergizi Posdaya Bougenville binaan Yayasan Damandiri.

“Khususnya masyarakat Betawi adalah penikmat sejati makanan khas lokal dodol Betawi dan kuliner berbahan daging kambing seperti tongseng, gulai dan sate. Berarti ada potensi diabetes dan hipertensi. Karena itu, kami mengembangkan tanaman insulin sebagai obat tradisional, guna mencegah maupun mengobati,” sebut Intan Nuraini, Ketua Posdaya Bougenville.

Baru sekitar 6 bulan ini, pohon insulin mulai dikembangkan secara masif di Kebun Bergizi. Sudah dilakukan sebelumnya, namun karena kendala ketidak-cocokkan pupuk yang digunakan serta kurangnya konsentrasi perawatan, mengakibatkan pengembangan tanaman toga (tanaman obat) khususnya insulin agak terhambat. Setelah diketahui akar permasalahannya, mulai dilakukanlah pembenahan hingga perawatan pohon insulin, mulai dari menyuburkan pohon insulin yang sudah ada sebelumnya, hingga memperbanyak bibit insulin baru melalui cara pembibitan stek (cutting).

“Awalnya, kami menggunakan pupuk kimia, tujuannya demi mempercepat pertumbuhan. Ternyata kurang cocok. Setelah menggantinya dengan pupuk organik, tanaman insulin bertumbuh subur. Setelah tumbuh subur, kami kembangkan pembibitannya, agar semakin banyak tanaman insulin di Kebun Bergizi,” kata Katni, pengurus Kebun Bergizi.

Setelah menemukan solusi teknis perawatan dan pembibitan, pengurus Posdaya mulai melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai cara memanfaatkan daun insulin secara tradisional sebagai ramuan obat diabetes dan hipertensi. Pengolahan daun insulin secara tradisional bisa dengan cara merebus daun insulin. Setelah air rebusan berubah hijau cenderung pekat, bisa diangkat dari perapian untuk kemudian dituang ke dalam wadah besar untuk beberapa kali minum atau gelas untuk sekali minum saja. Ramuan daun insulin tersebut bisa diminum rutin 2 kali sehari, setiap pagi dan malam sebelum tidur.

Katni (topi putih) kader pembibitan Kebun Bergizi Posdaya Bougenville

Tidak perlu menunggu terkena gejala diabetes atau hipertensi untuk meminumnya, tetapi sebagai langkah pencegahan serta menyehatkan tubuh, agar terhindar dari dua penyakit tersebut, bisa meminum air rebusan daun insulin secara rutin sekali dalam sehari. Seorang warga RT 07, RW 09, Rohmah, memiliki pengalaman minum air daun insulin ketika ia tiba-tiba mengalami kejang di tengkuk (leher bagian belakang).

“Sehabis makan gulai kambing, mendadak tengkuk saya kaku dan berat. Lalu, teman saya, Euis, memberi informasi daun insulin di Kebun Bergizi. Adik saya langsung ke sana mengambil beberapa batang untuk direbus daunnya. Setelah minum selama tiga hari berturut-turut, kesehatan saya perlahan membaik. Tetapi, menurut Ibu Intan, ada baiknya pola dan menu makanan harus dijaga juga. Mangkanye sekarang gw kaga lagi makan daging kambing banyak-banyak. Kalo ada kendurian atau kondangan aje dah,” tutur Romlah dengan dialek Betawi yang kental.

Jika mengunjungi Kebun Bergizi Posdaya Bougenville, pastinya tidak sulit untuk menemukan pohon insulin, karena pengurus berikut kader lingkungan Posdaya sudah berhasil mengembangkan tanaman tersebut dengan baik.

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.