Damandiri Lanjutkan MoU Pemberdayaan Desa Pesisir

168
KAMIS, 2 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Kesenjangan sosial yang kian terasa dewasa ini harus disikapi pemerintah dengan serius. Gini ratio atau tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia masih tinggi. Sesuai data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Februari 2017, tingkat gini ratio nasional hingga September 2016 sebesar 0,394. Persentase ini dinilai mengalami penurunan 0,003 poin jika dibandingkan gini ratio Maret 2016.

Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaja (kiri), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah), dan Rektor Universitas Trilogi Jakarta Asep Saefuddin (kanan).

Fluktuasi gini ratio yang terjadi setiap tahunnya diyakini merupakan imbas dari kesenjangan sosial yang semakin besar. Untuk mengurangi kesenjangan sosial, ekonomi setiap keluarga Indonesia harus diberdayakan agar mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hal inilah yang diperjuangkan Yayasan Damandiri selama ini dengan Program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dan Tabungan Kredit Pundi Sejahtera atau Tabur Puja selama ini di seluruh Indonesia.

Pada 2013, Yayasan Damandiri bersama Universitas Trilogi Jakarta sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk program pemberdayaan desa-desa terpencil daerah pesisir melalui pengadaan bibit ikan dan rumput laut serta pelatihan-pelatihan bagi nelayan. Selama tiga tahun program berjalan, KKP puas dengan kinerja Yayasan Damandiri dan Universitas Trilogi sehingga berniat memperbaharui MoU alias melanjutkan perjanjian kerja sama.

Dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2017 di The Sultan Hotel Residence, Kamis (2/2/2017), Ketua Yayasan Damandiri, Dr. (HC) Subiakto Tjakrawerdaja bersama Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, Msc dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kembali menandatangani perjanjian kerja sama pemberdayaan nelayan pesisir di seluruh Indonesia, melanjutkan perjanjian yang pernah dilakukan 2013.

“Kerja sama ini cukup bagus hasilnya, karena banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya nelayan pesisir. Contohnya Desa Cemara di Indramayu yang berhasil kami berdayakan dengan pelatihan, pemberian bibit rumput laut, serta Tabur Puja untuk memperbaiki taraf hidup warga desa. Mereka berhasil menjadi juara nasional sebagai desa berprestasi dengan budi daya rumput lautnya,” terang Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaja kepada Cendana News, Kamis (2/2/2017). Sedangkan bagi Rektor Universitas Trilogi, Asep Saefuddin, berlanjutnya kerja sama memberikan tantangan tersendiri untuk terus melanjutkan penelitian dan pengabdian civitas akademika Trilogi kepada masyarakat.

“Dalam perjanjian kali ini kami harus mempersiapkan riset-riset dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir sampai pulau-pulau terpencil. Bahkan kami juga diminta mengembangkan teknologi perikanan terbaru bagi para nelayan pesisir. Sebuah kehormatan untuk Universitas Trilogi mendapatkan kepercayaan melanjutkan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Asep antusias.

Baik Subiakto Tjakrawerdaja maupun Asep Saefuddin sama-sama mengamini bahwa tidak tertutup kemungkinan bakal lahir kembali Posdaya baru di setiap wilayah yang mereka berdayakan nanti.

Serah terima MoU.

“Untuk mencapai kesejahteraan, masyarakat harus gotong royong secara berkelompok. Hanya Posdaya yang bisa seperti itu, jadi pasti bakal lahir banyak Posdaya baru di seluruh wilayah pesisir Indonesia,” pungkas Subiakto.

Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw

Baca Juga
Lihat juga...