Damandiri Suntik Modal, Laba Soto Ayam Mulyani Meroket

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Berhadapan dengan Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, atau tepat di ujung jalan ke arah Kompleks Perumahan Anggota DPR, berjejer gerobak atau rombong pedagang ketoprak, kopi, bakso malang dan lain sebagainya. Sebuah rombong mungil bertuliskan ‘Soto Ayam Bude’ yang dijaga perempuan paruh baya tampak ramai dikerumuni pembeli.

Mulyani

Mulyani, begitulah para pengemudi taksi sepanjang Jalan Kompleks DPR kerap memanggilnya. Dan Soto ayam Bude adalah sebutan akrab mereka untuk dagangan Mulyani. Kumpulan pengemudi taksi dan security kantor di sekitar Stasiun Duren Kalibata dan Universitas Trilogi adalah pelanggan tetapnya.

Soto ayam Mulyani terbilang ekonomis, karena dengan harga Rp 13.000, pembeli sudah bisa menikmatinya sampai kenyang lengkap dengan nasi putih dan teh tawar hangat. Selain Soto ayam, Mulyani juga melayani para penggemar Gulai Sapi.

“ Untuk Gulai sapi lengkap pakai nasi putih dan teh tawar hangat cukup lima belas ribu rupiah saja,” sebut Mulyani.

Tempat tinggal Mulyani tidak jauh dari sekretariat Posdaya Melati 3, RW01, Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan. Tujuh belas tahun sebelumnya, ia tinggal dan berdagang nasi goreng di Cilegon. Karena tempat berdagangnya habis masa sewa, Mulyani pindah ke Pengadegan, Jakarta, dan memulai usaha baru dengan berdagang soto ayam keliling. Daerah tempatnya berkeliling hanya sekitar Stasiun Kalibata, depan Universitas Trilogi dan Jalan Kompleks DPR Kalibata.

Mulyani mempersiapkan dagangannya mulai pukul 9 pagi setiap hari. Beras 4 liter, ayam potong 1 ekor, daging sapi 4 kilogram, tomat, tauge, kubis (kol), serta berbagai kelengkapan lain mulai diolahnya sejak pagi. Modal awal yang dikeluarkan untuk berdagang soto setiap hari sejumlah Rp 400 ribu.

Pukul dua siang, Mulyani sudah mulai mendorong gerobak soto mungil miliknya menyusuri jalan menanjak dari RW01 Pengadegan, belok ke arah Stasiun Duren Kalibata, berputar di taman Kompleks DPR, kemudian turun ke bawah menuju Universitas Trilogi untuk mangkal di ujung Jalan Kompleks DPR. Mangkal dari pukul 4 sore sampai pukul 11 malam berjualan soto, omset Mulyani mencapai Rp 600 ribu, dengan laba setelah dikurangi modal sejumlah Rp 200 ribu.

Usaha berdagang soto dan gulai dijalaninya setiap hari, sampai suatu ketika ia merasa pendapatannya harus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan sekolah anak bungsunya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Inilah awal pertemuan Mulyani dengan Yayasan Damandiri melalui Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) Posdaya Melati 3, pimpinan Magda Hasmutri.

Tabur Puja merombak dagangan Mulyani melalui suntikan modal awal sebesar Rp 2 juta, dengan cicilan Rp 202 ribu selama 12 bulan. Modal awal Mulyani meroket sampai Rp 500 ribu atau naik 25 persen dari jumlah sebelumnya Rp 400 ribu. Daging sapi awalnya 4 kilogram menjadi 5 kilogram, 1 ekor ayam menjadi 2 ekor ayam, ditambah pula rokok, kopi, susu dan gula, yang sebelumnya tidak ada.

Dengan peningkatan modal awal serta varian dagangan, omset Mulyani terkatrol menjadi Rp 800 ribu per hari. Laba usaha setelah dikurangi modal yang dikantongi Mulyani menjadi Rp 300 ribu bahkan bisa lebih dari itu. Artinya laba tersebut meroket 50 persen dari jumlah sebelumnya Rp 200 ribu.

“ Selain untuk menambah modal, pinjaman dari Tabur Puja saya gunakan membeli kompor dan tabung gas baru, tempat nasi dan tempat air panas untuk menyeduh kopi dan minuman hangat lainnya,” tambah perempuan asal Klaten tersebut melengkapi.

Rombong Soto Ayam Bude dan Gulai Sapi

Sekarang Mulyani sedang menikmati ‘naik roket Palapa’ bersama Soto ayam dan Gulai sapi andalannya. Omset dan laba dagangannya sudah membuat Mulyani bernafas lega. Akan tetapi masih ada rencana lain terus mengganjal di benaknya, yaitu mengajak seorang teman untuk ikut berdagang agar mendapat penghasilan tetap setiap hari.

“ Saat cicilan lunas dan diberi umur panjang, saya mau pinjam lagi. Buat tambah rombong atau sewa tempat kecil di pinggir jalan agar bisa jualan bareng teman saya itu,” pungkas Mulyani polos.

Jika memang demikian rencananya, Mulyani harus meningkatkan tabungan di Tabur Puja agar pinjaman berikut bisa disetujui sejumlah Rp 3-4 Juta. Dengan keteguhan hati serta keuletan yang dimilikinya sebagai seorang pengusaha, Mulyani pasti bisa dan mampu mewujudkan rencana maupun impiannya.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Komentar