Dampak Angin Kencang, Harga Ikan di TPI Alok Maumere Melonjak

144

KAMIS, 9 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Angin kencang yang menyebabkan ketinggian ombak Laut Flores mencapai 3-4 meter beberapa hari kemarin, berimbas kepada naiknya harga ikan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Alok Maumere. Tak hanya harga ikan basah, namun harga ikan kering pun turut melonjak.

Penjual ikan Cakalang yang berjualan di TPI Alok Maumere.

Salah-satu nelayan yang ditemui di TPI Alok Maumere, Kamis (9/2/2017), Mahmud, mengatakan, melonjaknya harga ikan tersebut disebabkan minimnya pasokan ikan dari para nelayan. Dikatakan pula, hampir sebagian ikan yang dijual merupakan hasil tangkapan 2 hari sebelumnya, yang dibekukan akibat tidak laku terjual.

Ditambahkannya, para nelayan banyak yang masih belum berani melaut akibat ombak yang sangat tinggi dan angin kencang. Sejumlah nelayan di Kabupaten Sikka yang memiliki kapal berukuran kecil tidak berani mengambil resiko tenggelam dan mengalami kerusakan. “Hampir semua kapal nelayan di Sikka tidak melaut, karena tidak ada yang berani mengambil resiko dalam situasi cuaca ekstrim seperti ini. Apalagi, kondisi cuaca ekstrim tahun ini lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Rosidah, salah seorang penjual ikan yang ditemui di TPI Alok. Ia menyebut, penjualan ikan baru akan diperkirakan normal besok Jumat (10/2/2017), bila cuaca di hari ini Kamis (9/2/2017), berangsur membaik. “Mudah-mudahan malam nanti cuaca sudah normal kembali, sehingga sudah banyak nelayan yang melaut dan harga ikan bisa kembali normal,” ungkapnya.

Selain mengalami kenaikan, jumlah penjual ikan di TPI Alok pun terlihat menurun dari biasanya. Tampak hanya ada sekitar 20 orang, sedangkan di hari normal bisa ada sekitar 50 penjual. Bahkan, ikan yang dijual pun sangat terbatas jenisnya, hanya ada ikan Tembang, Selay, Layang dan Cakalang. Sementara itu, kenaikan harga ikan terjadi pada jenis ikan Tembang yang di hari normal dijual seharga Rp. 10.000 per 20-30 ekor, kini menjadi Rp. 10.000 per 10 ekornya.

Selain itu, ikan Layar dan Selar seukuran 2 jari orang dewasa dijual Rp. 20.000 untuk 10 ekornya. Ikan Cakalang pun harganya meningkat 2 kali lipat, dari Rp. 50-100.000 menjadi Rp. 150-200.000. Itu pun ikan yang dijual merupakan ikan yang dibekukan, bukan hasil tangkapan semalam sebelumnya. Ikan kering jenis Teri pun dilepas dengan harga Rp. 50-90.000 sesuai ukuran, dan ikan-ikan sejenis Kerapu bisa mencapai Rp. 100-200.000 per kilogramnya.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Baca Juga
Lihat juga...