Dari 2 TPS, Incumben Paslon Cawali Kota Yogyakarta, Sementara Unggul

134

RABU, 15 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Sejumlah warga di Kampung Gandekan, kawasan Jalan Malioboro Yogyakarta, diketahui banyak yang tak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017, Rabu (15/02/2017). Proses pemungutan suara di Kampung Gandekan ini sendiri dilakukan di salah-satu ruang belakang Mall yang ada di Jalan Malioboro.

Suasana penghitungan suara di TPS Kauman

Dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 302 orang, terdapat 81 warga yang tidak datang ke TPS untuk memberikan suaranya. Sementara dari 221 Surat Suara yang digunakan, sebanyak 153 Surat Suara diberikan kepada Pasangan Calon Nomor Urut 1, Imam Priyono-Achmad Fadli. Sedangkan, Paslon Nomor Urut 2, Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi, mendapatkan sebanyak 54 suara. Sedangkan jumlah suara tidak sah ada sebanyak 14 suara.

“Dari total 302 DPT yang terdaftar, ada sebanyak 81 warga yang tidak datang ke TPS. Kita tidak tahu kenapa warga tidak datang, karena mereka tidak memberikan alasan yang jelas. Memang mayoritas masyarakat di sini adalah warga keturunan Tionghoa, mencapai sekitar 80 persen. Sisanya adalah penduduk lokal pribumi,” ujar ketua KPPS, Jumiyo.

Kawasan Gandekan, Ngupasan, Gondomanan, sendiri selama ini dikenal sebagai basis masa PDIP, sehingga tak mengherankan jika Paslon Nomor Urut 1 yang didukung PDIP dan Nasdem, unggul.

Sementara itu, di lokasi berbeda, tepatnya Kampung Kauman, Kraton, Yogyakarta, yakni TPS 11, terdapat 178 warga yang tidak menggunakan hak suaranya. Dari DPT total sebanyak 577 orang, tercatat hanya 399 Surat Suara yang digunakan.  Dari jumlah suara yang digunakan itu, sebanyak 57 suara diberikan kepada Pasangan Calon Nomor Urut 1, Imam Priyono-Achmad Fadli. Sementara Paslon Nomor Urut 2, Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi mendapat sebanyak 314 suara. Sedangkan, 28 suara dinyatakan tidak sah.

Suasana penghitungan di TPS Gandekan

Ketua KPPS 11 Kauman, Masyuhuri, mengatakan sejumlah warga tidak menggunakan hak pilihnya karena ada beberapa yang pindah TPS, ataupun meninggal dunia. Namun, mayoritas mereka tidak hadir tanpa keterangan yang jelas.

Kampung Kauman Kraton sendiri selama ini dikenal sebagai basis masa Islam. Tak mengherankan, jika Paslon Nomor Urut 2 yang didukung PAN, PKS, Golkar, Demokrat dan Gerindra, unggul.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Baca Juga
Lihat juga...