Delapan WNA Asal Bangladesh Diamankan Imigrasi Balikpapan

128

SABTU, 11 FEBRUARI 2017

BALIKPAPAN — Delapan Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh diamankan Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Mereka diamankan karena tak mampu menunjukkan dokumen asli kepada petugas Imigrasi.

WNA asal Bangladesh yang diamankan Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan

Kasub Pengawasan Imigrasi Kelas I Balikpapan, Bismo Surono menyebutkan, kedelapan WNA tersebut dibawa ke kantor imigrasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh bagian penindakan.

“Saat ini dokumen asli dipegang sponsor. Diketahui sementara dokumen ada di Balikpapan atau Samarinda. Sementara untuk visa berlakunya hingga 60 hari. Kami tidak tahu mereka mulai masuk Indonesia sejak kapan,” jelasnya, Sabtu, (11/2/2017).

Bismo menjelaskan, sebelum diamankan, pihak imigrasi sudah melakukan pemantauan selama dua hari bersama tim pengawasan orang asing Kodim 0913 / PPU. Karena tanpa ada laporan apapun ke petugas atau kepala daerah tersebut, sehingga ada indikasi pelanggaran keimigrasian sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian WNA asing yang tidak melapor.

“Sudah dua hari ini kita pantau di PPU. Mereka melakukan syiar agama di Masjid Miftahul Ulum, Petung, PPU,” beber Bismo.

Lanjut Bismo, seiring menunggu dokumentasi, pasport asli, WNA bakal diamankan di rudenim hingga waktu deportasi tiba.

Sementara itu, salah satu pedakwah tabliq yang menemani mereka asal Indonesia, Mustamin mengatakan, hal ini terjadi karena kesalahan pengiriman paspor ke Samarinda. Sehingga dakwah tabliq keliling yang delapan WNA lakukan terpaksa berhenti.

Jurnalis : Ferry Cahyanti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti

Baca Juga
Lihat juga...