Dermaga Fery Kewapante Sikka Putus Diterjang Gelombang

409
SELASA, 7 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Gelombang tinggi yang melanda laut utara Flores termasuk perairan di pantai utara Kabupaten Sikka menyebabkan Dermaga Fery Kewapante di Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) runtuh sehingga mengakibatkan kedua sisi dermaga di bagian timur dermaga terputus.

Dermaga Fery Kewapante yang putus diterjang gelombang ganas.

Putusnya dermaga diakibatkan gelombang kencang yang menerjang badan dermaga dengan ketinggian gelombang berkisar antara 3 sampai 4  meter akibat angin kencang dan cuaca ekstrem yang melanda sejak awal Februari 2017.  Tinggi gelombang melebihi tinggi dermaga.

Demikian disampaikan Hery Ngiso dan Santo Nggelu, staf Dinas Perhubungan Provinsi NTT bidang angkutan pelayaran saat ditemui Cendana News di lokasi dermaga, Selasa (7/2/2017).

Dikatakan Hery, kejadian ini akibat bencana gelombang tinggi. Dirinya pun tidak bisa memastikan apakah putusnya dermaga akibat konstruksi bangunan yang tidak sesuai perencanaan.

“Saya tidak mengetahuinya dan saya yakin tidak seperti itu. Sebab kejadian ini akibat gelombang dan cuaca ekstrem. Apalagi bangunan ini berada di atas air,” tegasnya.

Apakah sebelum dibangun sudah diperhitungkan dengan tinggi gelombang? Hery katakan, kalau itu bukan kewenangan pihaknya untuk menjawab. Sebab sebelum dibangun pasti sudah melalui perencanaan dan survei terlebih dahulu. Ketika kembali ditanya apakah lokasi ini sudah sesuai perencanaan, dirinya kembali menegaskan, itu bukan kewenangannya menjawab. Namun dirinya menyebut pagu anggaran pembangunan dermaga ini sekitar 30 miliar rupiah dan berasal dari Kementerian Perhubungan RI.

“Saya tidak bisa menjawab sebab itu bukan kewenangan kami. Yang jelas kerusakan ini akibat bencana dan di banyak daerah di NTT pun ada jembatan dan jalan yang putus juga,” ungkapnya.

Dengan situasi dermaga seperti ini, kapal fery tidak berpengaruh untuk tetap bisa bersandar. Sebab lokasi dermaga yang putus masih sebatas tempat “cat walk” yang merupakan tempat petugas berjalan untuk mengikat tali di ujung dermaga. Situasi dermaga ini pun sama dengan yang ada di dermaga fery Bolok di Kota Kupang yang sampai saat ini masih tetap bisa dipakai bersandar jenis kapal fery.

Disaksikan Cendana News, selain satu sisi dermaga yang sudah runtuh, bangunan di bagian kirinya pun sudah terlihat miring dan juga terancam ambruk. Sementara sisi kanan dari dermaga yang putus masih tegak berdiri. Saat gelombang tinggi, bangunan dermaga hampir tidak terlihat akibat tertutup gelombang. Untuk diketahui, dermaga fery Kewapante ini diresmikan pengoperasiannya oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Kamis (9/6/2016). Dermaga fery Kewapante termasuk dalam 12 dermaga dan pelabuhan perintis di NTT yang sebelumnya sudah diresmikan secara simbolis oleh Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan di Atapupu bulan Mei 2016 didampingi Gubernur NTT.

Hery Ngiso (kanan) dan Santo Nggelu, staf Dinas Perhubungan Provinsi NTT.

Pembangunan pelabuhan fery oleh Kementerian Perhubungan RI ini untuk melayani masyarakat kepulauan dengan menempuh rute pelayaran ke Pulau Pemana, Kojaget, dan Palue agar bisa membuka isolasi yang selama ini hanya dilayari kapal kayu dan sering terjadi kecelakaan.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Baca Juga
Lihat juga...