Dermaga Terancam Makin Parah, Pemda Sikka Diminta Lakukan Pencegahan

125

SELASA, 7 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Dinas Perhubungan Provinsi NTT meminta pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Sikka agar segera melakukan upaya pencegahan agar kerusakan dermaga fery dan jalan yang ada di lokasi dermaga tidak semakin parah.

Jalan di dermaga fery Kewapante yang ambruk dan terancam putus.

Demikian disampaikan Hery Ngiso dan Santo Nggelu, staf Dinas Perhubungan Provinsi NTT Bidang Angkutan Pelayaran saat ditemui Cendana News di lokasi dermaga, Selasa (7/2/2017). Dikatakan Hery, Pemda Sikka harus melakukan upaya seperti menimbun bebatuan di sisi jalan yang terancam ambruk dan putus serta melakukan upaya yang dianggap mampu guna mencegah agar putusnya “cat walk” dermaga fery Kewapante tidak meluas.

“Kami berharap Pemda Sikka bisa mengambil langkah pencegahan semampunya untuk mencegah agar rusaknya dermaga tidak meluas dan semakin parah,” pintanya.

Hery menambahkan, pihaknya datang dari provinsi guna memantau kondisi dermaga dan akan membuat laporan sebab untuk perbaikannya nanti akan dilihat dahulu jenis kerusakan yang ditimbulkan. Bila anggaran perbaikannya besar dan tidak bisa ditanggung Pemda Sikka, jelasnya, maka Pemda Sikka harus menyampaikan ke provinsi agar bisa diteruskan ke Kementerian Perhubungan untuk dialokasikan anggaran. Namun tentunya prosesnya akan memakan waktu.

“Kami dari Dinas Perhubungan Provinsi NTT tidak memiliki anggaran untuk penanganan kerusakan seperti ini sehingga harusnya Pemda Sikka bisa melakukan langkah penanggulangan untuk sementara waktu sebab kondisi gelombang semakin tinggi,” terangnya.

Menurut Hery, dengan kondisi cuaca seperti ini maka bila angin kencang dan gelombang tinggi, semua penyeberangan fery akan dihentikan. Pihaknya berpatokan pada rekomendasi BMKG terkait angin kencang dan tinggi gelombang.

“Dengan kondisi cuaca seperti ini, kami sudah hentikan sementara pelayaran kapal fery ke beberapa pulau di NTT untuk menghindari terjadinya kapal karam atau tenggelam,” paparnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus yang ditemui Cendana News di lokasi dermaga fery Kewapante  menjelaskan, selain bangunan dermaga yang runtuh sepanjang sekitar 6 meter, jalan aspal setelah pintu masuk pun sudah ambruk dan terputus, yaitu satu lajur yang berada persis di samping laut.

Sirilus menyebutkan, kerusakan akan semakin parah bila gelombang dengan tinggi sekitar 3 sampai 4 meter masih terus terjadi seminggu ke depan. Pihaknya akan melaporkan kejadian ini ke Bupati Sikka agar bisa segera diambil langkah mengatasi kerusakan yang terjadi.

Hery Ngiso (kanan) dan Santo Nggelu, staf Dinas Perhubungan Provinsi NTT

“Tentunya kami akan berusaha untuk mengatasi agar kerusakan tidak meluas. Namun kami juga harus memperhitungkan dengan kondisi cuaca ekstrem yang sedang terjadi,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Baca Juga
Lihat juga...