Di Desa Dobo Nua Pu’u Sikka, 28 Rumah Warga Rusak Berat Akibat Angin Kencang

RABU, 8 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Angin kencang yang melanda Kabupaten Sikka sejak Selasa (7/2/2017) pagi hingga Rabu (8/2/2017), menyebabkan 28 rumah warga di Desa Dobo Nua Pu’u, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, roboh dan banyak atap seng rumah warga rusak dan terlepas.

Pohon tumbang dan menindiH rumah warga hingga menyebabkan kerusakan.

Demikian disampaikan salah-satu warga Desa Dobo Nua Pu’u, Alexander Saragih, saat menghubungi Cendana News via telepon, Rabu (8/2/2017), siang. Dikatakannya, selain membuat rumah roboh, angin kencang juga menyebabkan pepohonan tumbang dan menindih rumah dan bangunan warga serta membuat tiang listrik pun ambruk dan banyak kabel listrik terputus. “Anginya kencang sekali, sehingga dalam sekejap banyak pohon yang tumbang di mana-mana, dan beberapa rumah warga atapnya terbang karena angin yang menyerupai puting beliung,” ujarnya.

Hingga Rabu (8/2/2017), pagi, lanjutnya warga masih membersihkan reruntuhan rumah dan memotong pepohonan yang tumbang menindih bangunan serta berserakan di sepanjang jalan di Desa. “Warga masih membersihkan pepohonan dan ranting serta dedaunan yang menutup badan jalan, agar bisa dilewati warga yang mengendarai kendaraan untuk bepergian ke luar kampung,” terangnya.

Hingga kini, warga yang rumahnya mengalami kerusakan masih mengungsi di rumah sanak-saudara dan tetangga, sambil menunggu cuaca membaik agar bisa memperbaiki kembali rumah mereka. “Warga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sikka untuk segera turun ke lokasi, memperhatikan serta membantu para korban yang rumahnya telah hancur,” pintanya.

Kepala BPBD Sikka Muhamad Daeng Bakir.

Bencana ini, lanjut Aleks, merupakan bencana terbesar yang pernah terjadi dan menumbangkan tanaman perdagangan, seperti kemiri, kakao dan lainnya serta tanaman pertanian lainnya seperti jagung dan padi. “Kemungkinan besar, petani bisa mengalami kelaparan karena semua tanaman pertanian dan perkebunan banyak yang rusak dan tumbang diterpa angin kencang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penangulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, kepada Cendana News mengakui, Staf BPBD Sikka sedang turun ke semua Kecamatan untuk melakukan pendataan kerusakan yang dialami warga, baik jembatan, jalan, bangunan serta tanaman warga. “Petugas kami sedang melakukan pendataan dan kami berharap dalam satu dua hari ke depan data pasti kerusakan bisa segera diperoleh,” sebutnya.

BPBD Sikka, terang Daeng Bakir, pun juga telah membuka posko pengaduan 24 jam dengan petugas yang selalu bersiaga, sehingga bila ada laporan yang masuk bisa segera ditindak-lanjuti. Ia pun meminta, agar Kepala Desa dan Lurah melaporkan kerusakan yang ada di wilayah mereka ke BPBD Sikka.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Komentar