banner lebaran

Dianggap Tidak Netral, Masa Pendukung Paslon No Urut Satu Geruduk Kantor KPU Yogyakarta

57
SENIN 20 FEBRUARI 2017
YOGYAKARTA—Ratusan masa pendukung pasangan calon Pilkada Kota Yogyakarta, nomor urut satu Imam Priyono dan Achmad Fadli, menggeruduk kantor KPU Kota Yogyakarta, Senin (20/02/2017) siang. Mereka mempertanyakan sikap KPU yang dianggap tidak netral dalam menyelenggarakan Pemilu di Kota Yogyakarta. 
Massa PDI-Perjuangan aAdianto (hitam), Wawan (kemeja merah)  mendatangi KPU Yogykarta.
Ketua Badan PemenaNgan Pemilu (Bappilu) DPC PDIP Kota Yogyakarta Antonius Foki Ardianto mengatakan alasan mereka mendatangi kantor KPU Kota Yogyakarta hari ini adalah untuk menuntut kotak suara yang saat ini berada di KPU segera diamankan ke pihak kepolisian. Ia mengaku tidak percaya dengan netralitas KPU sehingga kotak suara harus diamankan ke pihal yang lebih netral. 
Dalam Pilkada Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu sendiri ditemukan banyaknya suara tidak sah yang mencapai 14.000 suara. Sehingga pihak paslon nomor urut satu meminta penghitungan ulang suara tidak sah tersebut di tingkat Pelaksana Pemilu Kecamatan (PPK). Namun sejumlah PPK di beberapa kecamatan menolak hal itu. 
“Seperti misalnya di Kotagede itu, suara tidak sah yang awalnya bisa dihitung ulang dengan membuka kotak suara, namun kenapa kemudian dihalangi sehingga tidak bisa dilanjutkan,” katanya. 
Pihak paslon nomor urut satu, dikatakan juga mempertanyakan perihal pengamanan kotak suara yang berada di KPU. Mereka mengaku telah meminta KPU terkait pengamanan kotak suara, agar dapat diawasi oleh kedua belah pihak saksi namun tidak dilaksanakan. 
“Kita telah meminta agar cctv dipasang, tapi itu baru dipasang belakangan. Karena itu kita minta kotak suara dipindah untuk diamankan ke pihak kepolisian. Karena kita tidak percaya kotak suara diamankan oleh KPU,” katanya. 
Foki sendiri mengaku pihaknya saat ini masih berkonsentrasi untuk mengawal proses pengamanan kotak suara dan belum berpikir untuk menuntut penghitungan ulang. Termasuk juga melakukan gugatan ke MK. 
“Sampai saat ini kita belum berencana melakukan gugagatan  karena masih menunggu proses rekapitulasi,” katanya. 
Ketua Komisioner KPU Kota Yogyakarta Wawan Budiyanto, saat menemui pengunjuk rasa menegaskan pihaknya akan tetap netral dalam menyelenggarakan proses pilkada kota Yogyakarta. Ia juga meminta semua masyarakat dapat mengawal setiap proses pilkada sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. 
“Kita akan tetap taat pada ketentuan yang berlaku. Kalau memang diperlukan itu tidak masalah. Kami tidak menghalang-halangi. Sepanjang itu diatur diatur dalam peraturan perundang-undangan. Jika ada kesalahan silahkan laporkan pada pengawas,” katanya. 
Dalam kesempatan itu mengaku juga akan mengikuti setiap masukan maupun tuntutan para Pengunjuk rasa selama hal itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Termasuk dalam hal memindahkan kotak suara sebagaimana tuntutan pengunjuk rasa. 
“Untuk memindahkan kotak suara kita harus berkordinasi degan pihak penghubung terlebih dahulu. Termasuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pengawas dll. Sehingga mohon bersabar,” katanya. 
Jurnalis : Jatmika H Kusmargana/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Jatmika H Kusmargana 
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.