Diduga Lakukan Pungli, Tim Saber Pungli NTB Amankan 2 Pengurus LSM di Lombok Utara

JUMAT, 3 FEBRUARI 2017
MATARAM — Diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap ratusan perusahaan di Gili Terawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat, sejumlah pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan di Gili Terawangan, ditangkap Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) NTB.
Anggota Tim Satgas Saber Pungli NTB, Takiyudin
“Berdasarkan laporan dari masyarakat, LSM ini diduga melakukan pungli terhadap ratusan perusahaan di Gili Terawangan, terkait pengelolaan sampah. Makanya, kita amankan,” kata salah-satu anggota Satgas Saber Pungli NTB, Takiyudin, di Mataram, Jum’at (3/1/2017).
Dikatakan Takiyadun, pungli retribusi pengelolaan sampah terhadap 526 perusahaan jasa perhotelan, penginapan dan sejumlah perusahaan lain oleh LSM tersebut dilakukan atas perintah kepala dusun setempat, dengan nilai retribusi setiap bulannya mencapai Rp. 210 Juta.
Menurutnya, dari hasil penelusuran, pungli yang tidak memiliki izin baik dari Pemda KLU, Dinas Pariwisata dan Dinas Perizinan tersebut dilakukan LSM dengan melibatkan kepala dusun setempat telah berlangsung lama. “Ada pun barang bukti yang diamankan Satgas Saber Pungli NTB, antara lain uang tunai delapan belas juta lima ratus ribu rupiah, dua unit laptop dan dua dus dokumen,” jelasnya.
Ditambahkan, para tersangka dari pengurus LSM itu, yakni MS selaku petugas penarik retribusi,  dan FM sebagai bendahara, beserta barang bukti saat ini diamankan POLDA NTB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Koko Triarko / Foto : Turmuzi

Komentar