banner lebaran

Dorong Reboisasi Daerah Aliran Sungai BPDAS-WSS Sediakan Bibit

180

SABTU, 4 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Kondisi kerusakan di sepanjang daerag aliran sungai (DAS) di beberapa wilayah di Provinsi Lampung mendorong Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS-WSS) melakukan penyiapan bibit tanaman bambu. 

Nono memeriksa setiap bibit tanaman bambu betung yang disiapkan untuk indukan

Manager persemaian permanen BPDAS-WSS, Slamet menyebutkan, di Desa Karangsari Kecamatan Ketapang saat ini beberapa bibit bambu, diantaranya jenis bambu ori, bambu betung. Sebagian bibit bahkan telah dibagikan kepada masyarakat yang meminta untuk revitalisasi serta reboisasi daerah aliran sungai yang mengalami longsor maupun terkena erosi akibat banjir.

Slamet yang didampingi oleh Nono, salah satu staf persemaian permanen mengungkapkan, beberapa jenis bibit bambu sengaja dibudidayakan untuk selanjutnya dijadikan indukan. Indukan yang telah cukup umur untuk proses pemisahan dengan cara memisahkan tunas dan rebung ditanam menggunakan polybag serta sebagian ditanam di areal persemaian permanen untuk penahan tanggul pada check dam (embung) di kawasan Register I Way Pisang di Desa Karangsari dan Desa Sripendowo.

“Sebagian bibit berbagai jenis tanaman merupakan sisa masa tanam bibit pada tahun 2016 lalu dan untuk masa tanam bibit pada tahun 2017 ini sedang dalam penyiapan media tanam menggunakan serabut kelapa serta berbagai campuran media tanam lainnya,”ungkap Nono sembari menunjukkan beberapa bibit bambu jenis bambu betung yang dibudidayakan di area persemaian permanen, Sabtu (4/2/2017).

Penyiapan bibit untuk penghijauan area sekolah

Nono mengungkapkan, pemilihan bambu untuk proses revitalisasi telah dilakukan beberapa petani pemilik kebun di sepanjang sungai Way Pisang, serta sebagian di kabupaten lain di Lampung meliputi Pringsewu, Tanggamus dan Lampung Barat.

Ia juga mengungkapkan di beberapa daerah aliran sungai yang sempat kering akibat penggunaan kawasan Register I Way Pisang sebagai lahan pertanian untuk tanaman jagung, pisang serta tanaman lain mengakibatkan beberapa aliran sungai kini tak mengalir.

Salah satu alasan pemanfaatan jenis bambu betung ungkap Nono, karena memiliki beberapa manfaat salah satunya tunas bambu muda bisa dimanfaatkan untuk sayur tradisional. Saat batang bambu menjadi tua batang bambu tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan serta memiliki nilai ekonomis tinggi dengan harga perbatang bisa mencapai Rp1.000.

“Sementara fungsi lebih besar lainnya rumpun tanaman bambu menjadi penahan laju air serta mengurangi kejadian longsor di sepanjang sungai,”sebutnya.

Fungsi bambu yang cukup bermanfaat tersebut bahkan membuatnya menjadi salah satu dari 48 jenis bibit tanaman yang akan dibudidayakan pada masa tanam bibit pada tahun 2017 ini. Sebanyak 3,5 juta bibit tanaman dengan jenis tanaman reboisasi kehutanan, daerah aliran sungai, tanaman produksi bagi masyarakat juga dalam tahap penyiapan media tanam. Sebanyak 2,5 juta bibit dipastikan disediakan oleh persemaian permanen BPDAS-WSS di Desa Karangsari sementara sebanyak 1juta bibit disediakan oleh persemaian permanen di Kota Agung Kabupaten Tanggamus.

Nono mengungkapkan dengan adanya tanaman bambu hitam, bambu betung di sekitar tanggul check dam yang ada di dekat lokasi persemaian permanen Desa Karangsari terbukti telah menahan longsor tanggul yang ada di dua bendungan tersebut.

Salah satu sekolah di Kecamatan Sragi, SMK Sragi bahkan meminta sebanyak 1.000 batang bibit jenis mahoni, trembesi serta beberapa jenis tanaman peneduh seperti akasia serta tanaman lain.

Salah satu guru, Andika mengungkapkan, bibit tanaman yang diminta akan dipergunakan untuk lokasi penghijauan dan beberapa diantaranya jenis tanaman bambu terutama untuk ditanam di sekitar area sekolah yang berada di dekat sungai.

“Rencananya dalam kegiatan perkemahan sejak Jumat akan dilakukan puncak penanaman pada Minggu besok dengan kegiatan penanaman pohon di areal sekolah,”ungkap Andika yang juga merupakan salah satu pembina Pramuka.

Penyiraman bibit

Tanaman bambu yang ditanam diantaranya diharapkan mampu menahan longsor di areal dekat sekolah, sementara saat tanaman bambu menjadi besar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan Pramuka yang kerap menggunakan bambu.

Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.