DPRD Saran Kenaikan Tarif Air PDAM Ditunda

152
RABU 15 FEBRUARI 2017
BALIKPAPAN—Rencana kenaikan tarif air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balikpapan yang kini masih dibahas, dikritisi oleh DPRD Balikpapan. DPRD meminta agar kenaikan tarif PDAM ditunda dulu, karena akan memberatkan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang defisit.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Abdul Yajid.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Abdul Yajid mengatakan kondisi ekonomi daerah yang belum sepenuhnya pulih tentu akan memberatkan masyarakat, apabila rencana kenaikan tarif itu direalisasikan.
“Janganlah dinaikkan sampai signifikan begitu. Kan kondisinya lagi defisit pasti memberatkan,” katanya Rabu, (15/2/2017).
Lanjut Yajid, apabila kenaikan tarif memang harus dilakukan disarankan kenaikan tarifnya tidak lebih dari 5%.
“Kami akan segera lakukan pertemuan dengan PDAM untuk bahas ini. Lebih baik perbaiki kualitas dan pelayanan dulu karena daerah cakupannya kan masih kurang,” tandasnya.
Yajid menilai ditengah kondisi ekonomi yang defisit dan ekonomi daerah yang belum pulih bukan waktu yang tepat untuk menaikkan tarif PDAM.
Untuk itu, pihaknya menyarankan kepada PDAM untuk memperbaiki kualitas dan pelayanannya agar pelanggan yakni masyarakat puas.
Sebelumnya, Rencana kenaikan tarif air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balikpapan masih dalam proses perhitungan oleh PDAM. Kenaikan tarif air PDAM harus dilakukan karena harga bahan bakar minyak, listrik dan inflasi juga mengalami kenaikan lebih dulu sehingga berdampak pada biaya produksi. 
Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti
Baca Juga
Lihat juga...