banner lebaran

Dua Puluh Sekolah di Sikka Rusak Akibat Bencana

73
SELASA, 14 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Sebanyak 20 sekolah baik tingkat SD, SMP maupun SMA dan SMK mengalami kerusakan sedang dan parah akibat bencana angin kencang dan longsor yang melanda Kabupaten Sikka, Selasa (7/2/2017).

Atap SMK Budi Luhur yang rusak akibat angin kencang.

Selain atap ruangan kelas diterbangkan angin, ada bangunan sekolah yang tertimbun tanah longsor dan terkena pohon yang tumbang sehingga Dinas Pendidikan Kabupaten Sikka segera melakukan perbaikan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sikka, Simon Subsidi, S.Sos, saat ditemui Cendana News usai rapat evaluasi penanganan bencana di Kantor Bupati Sikka, Senin (13/2/20170), siang.

Dikatakan Simon, ada satu sekolah di Kubit, Desa Aebura, Kecamatan Waigete yang pondasi bangunannya roboh, terkena material longsoran. Serta SDK Kloangrotat yang bangunan ruang kelasnya rusak tertindih pohon yang tumbang.

“Langkah sementara, saya sudah sampaikan kepada kepala sekolah agar segera bersama dengan orang tua murid untuk membangun sendiri. Untuk sementara waktu, sambil menunggu perbaikan permanen,” ujarnya.

Dinas Pendidikan, lanjut Simon, sudah membuat laporan kepada Bupati Sikka dan BPBD Sikka sehingga nanti akan dibahas bersama dengan DPRD Sikka. Bila kerusakannya parah, maka akan dimasukkan dalam anggaran perbaikan melalui APBD II Sikka.

SMPN 1 Reroroja yang bangunan darurat sebelumnya sudah rubuh terkena angin, sebelum bencana Selasa (7/2/2017), sudah dibangun. Sementara dengan menggunakan tenda. Tapi, tenda pun rubuh, satu ruangan kelas atap sengnya terbawa angin.

“Untuk SMPN 1 Reroroja, tahun ini kami sudah anggarkan di APBD untuk melakukan pekerjaan penambahan ruangan sehingga 3 ruangan darurat tidak akan dipakai lagi untuk kegiatan belajar-mengajar,” pungkasnya.

Disaksikan Cendana News, Selasa (14/2/2017), bangunan SMK Budi Luhur di Jalan Diponegoro, Kota Maumere, atap seng dan rangka atap 6 ruang kelas yang diterbangkan angin sudah mulai dibersihkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sikka, Simon Subsidi, S.Sos.

Namun demikian, pekerjaan perbaikan masih belum dilakukan oleh sekolah. Sebab masih menunggu kondisi cuaca memungkinkan. Para siswa sudah terlihat mulai bersekolah sejak Senin (13/2/2017) dengan menggunakan ruang kelas yang berada di lantai satu.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.