Dua Tersangka Kasus E-KTP Kembali Jalani Pemeriksaan Lanjutan

77

RABU, 15 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa 2 orang tersangka dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sekaligus suap terkait penggelembungan anggaran dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional berbasis elektronik (e-KTP).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Hingga kini, Penyidik KPK telah menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus KTP Nasional, masing-masing I (Irman), yang belakangan diketahui pernah menjabat sebagai  Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, dan S (Sugiharto), yang diketahui kemudian pernah menjabat sebagai Direktur Pengelola Administrasi dan Informasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kemendagri RI. Sugiharto merupakan salah-satu anak buah Irman yang sama-sama bekerja pada Ditjen Dukcapil Kemendagri RI.

Sebelumnya diberitakan, Irman maupun Sugiharto yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik KPK telah menjalani masa penahanan sementara atau dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya di kawasan Guntur, Jakarta Selatan.

KPK sedang berusaha secepatnya merampungkan dan melengkapi berkas perkara keduanya (P21) untuk kemudian segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Hingga kini, Penyidik KPK setidaknya telah memanggil dan memeriksa 208 saksi dalam kasus perkara KTP Nasional.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/2/2017), mengatakan, tersangka I (Irman) dan S (Sugiharto) hari ini kembali menjalani pemeriksaan lanjutan yang dilakukan oleh Penyidik KPK dalam proyek pengadaan e-KTP antara tahun 2011 hingga 2012. “Proyek tersebut diperkirakan telah merugikan keuangan negara lebih dari dua triliun rupiah,” katanya, Selasa (14/2/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Eko Sulestyono

Baca Juga
Tragedi Suporter Sepak Bola, Polri Minta Ada Evalu... JAKARTA --- Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, mengimbau seluruh pemangku kepentingan seperti pengurus liga, pimpinan dan para pendukung klub...
Terdakwa Kasus PLTU Riau-1 Ajukan Diri jadi JC JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah melimpahkan dakwaan dan berkas perkara untuk terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo ke Pengadilan Ti...
Polrestro Jakbar: Ekstasi “3 in 1” Die... JAKARTA --- Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendiz, mengungkap peredaran ekstasi "3 in 1" buatan pabrik rumahan ...
Polres Jakbar Bongkar Tempat Pembuatan Ekstasi di ... JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat berhasil membongkar tempat pembuatan pil ekstasi di sebuah Perumahan Sentra Pondok Rajeg, Blok B2 Nomor 5, Kelura...
MK Persilakan DPD Laporkan Hakim Konstitusi ke Dew... JAKARTA - Larangan bagi anggota Partai Politik (Parpol) menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) yang berlaku mulai Pemilu 2019 berdasarkan...
Daftar Tunggu Tersangka Baru Korupsi Pertamina JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melakukan pengembangan kasus dugaan korupsi investasi PT Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BM...
KPK Periksa Tiga Saksi Kasus Dugaan Suap di Lamsel JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memanggil tiga saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan...