banner lebaran

Dua Tersangka Penyuap Bakamla Kembali Diperiksa Penyidik KPK

56

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, hari ini kembali menjadwalkan agenda pemeriksaan untuk 2 orang tersangka terkait kasus dugaan  proyek pengadaan alat komunikasi monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia di Gedung Baru KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2017).

Suasana Gedung Baru KPK Jakarta

Tersangka perantara sekaligus pemberi uang suap tersebut masing-masing Muhammad Adami Okta (MAO) dan Hardy Stefanus (HST), keduanya belakangan diketahui merupakan karyawan swasta PT. Mertial Esa. Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus merupakan anak buah Fahmi Dharmawansyah, Direktur Utama PT. Mertial Esa.

Namun demikian, hingga pukul 13:35 WIB keduanya belum juga keluar meninggalkan Gedung Baru KPK Jakarta. Penyidik KPK masih terus mendalami dan menyelidiki kasus perkara dugaan suap di Bakamla tersebut.

Menurut keterangan petugas KPK, Muhammad Adami Okta maupun Hardy Stefanus tiba di Gedung Baru KPK pada sekitar pukul 10:00 WIB dengan mengenakan rompi warna oranye khas tahanan KPK. Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangannya oleh penyidik KPK.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, hari ini penyidik KPK kembali memanggil dan memeriksa dua orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan alat komunikasi satelit di Bakamla, masing-masing HST (Hardy Stefanus) dan MAO (Muhammad Adami Okta), keduanya diperiksa penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap di Bakamla,” jelasnya kepada wartawan di Gedung Baru KPK Jakarta, Jumat siang (10/2/2017).

Sebelumnya diberitakan, beberapa waktu lalu penyidik KPK menangkap dan mengamankan 3 orang pada saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di salah-satu ruang kerja Kantor Bakamla, Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Rabu, tanggal 14 Desember 2016.

Petugas KPK juga menyita uang tunai yang diduga sebagai suap senilai Rp. 2 Miliar, masing-masing dalam pecahan mata uang Dolar Amerika (USD) dan Dolar Singapura (SGD) serta menyita sebuah mobil baru yang diduga merupakan bagian dari suap.

Dalam perkembangan penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik KPK, ternyata uang suap dan mobil baru yang diduga sebagai bagian dari suap tersebut diketahui merupakan pemberian dari Fahmi Dharmawansyah, suami artis dan bintang film Inneke Koesherawati.

Ketiga orang yang berhasil ditangkap dan diamankan petugas KPK saat menggelar OTT tersebut masing-masing adalah ESH (Eko Susilo Hadi) Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama (Inhuker) Bakamla, kemudian 2 orang karyawan PT. Mertial Esa, yaitu MAO (Muhammad Adami Okta) dan HST (Hardy Stefanus). Sedangkan Fahmi Dharmawansyah beberapa hari kemudian menyerahkan diri secara sukarela kepada petugas KPK.

Jurnalis: Eko Sulestyono/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Eko Sulestyono

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.