Dua Tersangka Suap Proyek di Kebumen Diperiksa KPK

27

KAMIS, 9 FEBRUARI  2017

JAKARTA — Dua orang tersangka kasus dugaan suap dan korupsi dalam proyek pengadaan alat-alat sekolah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, hari ini kembali menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh penyidik KPK di Gedung Baru KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017).

Tersangka Sigit Widodo (rompi oranye) saat keluar dari Gedung KPK.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung Baru KPK Jakarta, kedua tersangka masing-masing adalah Yudhy Tri Hartanto dan Sigit Widodo. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah menjalani masa penahanan dan telah dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) milik KPK yang berada di Jakarta.

Tersangka Yudhy Tri Hartanto maupun  tersangka Sigit Widodo terlihat meninggalkan Gedung Baru KPK Jakarta pada sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengenakan rompi tahanan khas KPK berwarna oranye. Sebelumnya, keduanya telah diperiksa penyidik KPK selama 4 jam sejak pukul 10.00 WIB, Kamis (9/2/2017).

“Kedua tersangka yaitu masing-masing Yudhy Tri Hartanto dan Sigit Widodo hari ini kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK terkait kasus dugaan suap dan korupsi proyek pengadaan alat-alat pendidikan untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan di Gedung Baru KPK Jakarta.

Sebeleumnya diberitakan, kedua tersangka tersebut telah berhasil ditangkap dan diamankan penyidik KPK pada saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di beberapa lokasi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Yudhy Tri Hartanto belakangan diketahui merupakan mantan Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Kebumen. KPK menjerat Yudhy Tri Hartanto dengan sangkaan atau dakwaan telah menerima suap. Sedangkan Sigit Widodo belakangan diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen.

Tersangka Yudhy Tri Hartanto (rompi oranye) saat keluar dari Gedung KPK.

Penyidik KPK menduga bahwa keduanya telah menerima suap senilai 70 juta rupiah sebagai imbalan terkait dengan proyek pengadaan alat-alat pendidikan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen dengan nilai total anggarannya sekitar 4,8 miliar rupiah.

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.