Ekonomi Kalimantan Selatan Masih Bertumpu Sektor Komoditas

165

RABU, 8 FEBRUARI 2017

BANJARMASIN — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Kalimantan Selatan, Harimurthy Gunawan, menyatakan, perekonomian Kalimantan Selatan masih bergantung terhadap ekspor komoditas batubara dan minyak sawit mentah pada 2017. Ia memprediksi, permintaan kedua komoditas itu akan meningkat seiring mulai membaiknya harga di pasaran internasional.

Kepala BI Kalsel, Harimurthy Gunawan.

Demand-nya mulai naik. Kedua sektor komoditas kan sangat tergantung supply and demand. Mungkin naik 4,8 persen,” kata Harimurthy kepada wartawan di kantor BI Kalimantan Selatan, Rabu (8/2/2017).

Menurut dia, kenaikan harga batubara diikuti melonjaknya volume ekspor yang menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia berasumsi ada kemungkinan rebounds harga batubara dalam jangka pendek memicu perekonomian tumbuh di Kalimantan Selatan.

Namun, dia mengingatkan, “Sektor tersebut tidak bisa dijadikan penopang utama untuk jangka panjang.” Sebab, kata Harimurthy, kenaikan indeks harga batubara dan CPO tidak bertahan dalam tempo lama.

Ia mengatakan, kesadaran menggunakan energi terbarukan dan isu pelestarian lingkungan berpotensi mengganggu bisnis batubara. “Bisa jadi faktor turunnya harga batubara,” demikian Harimurthy berujar.

Itu sebabnya, Harimurthy mendorong pemerintah daerah mesti mempercepat transformasi ekonomi daerah. Cara transformasi yang ia tawarkan seperti memperluas hilirisasi mineral, membuka sentra perindustrian baru berbasis potensi lokal, dan pengembangan destinasi wisata. Terobosan ini demi memperkuat struktur perekonomian daerah di tengah fluktuasi harga komoditas.

Selain itu, ia meminta pemerintah menjamin kehandalan setrum sebagai nilai tawar investor membenamkan modal di Kalsel. Harimurthy mengingatkan momentum kenaikan harga batubara dan kinerja sektor pertambangan bukan penopang utama pertumbuhan ke depan.

“Ada teknologi shale gas. Apalagi cadangan terbatas dan batubara akan digantikan energi terbarukan yang lebih bersih,” demikian kata Harimurthy.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Baca Juga
DPRD: Kalsel Tidak Perlu Datangkan Beras Impor BANJARMASIN --- Sekretaris Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Imam Suprastowo berpendapat, provinsi yang kini berp...
Pelaku UMKM: Saat ini Bisa Bertahan Sudah Cukup Ba... BANJARMASIN --- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai terpengaruh kenaikan harga tepung terigu yang terjadi secara t...
Kerajinan Kalsel di Ekspor Lewat Daerah Lain BANJARMASIN – Produk kerajinan dari Kalimantan Selatan (Kalsel) banyak yang dipasarkan hingga ke luar negeri. Hanya saja proses pemasaran banyak dilak...
Pelindo Banjarmasin Ajak UMKM untuk Jadi Mitra Bin... BANJARMASIN --- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Banjarmasin masih membuka kesempatan yang sebesar-besarnya bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil M...
Perajin Purun Harap Pemko Banjarbaru Buka Jaringan... BANJARMASIN --- Pelaku usaha kerajinan purun di Kota Banjarbaru mengakui masih belum mampu menjual berbagai produk kerajinan olahan ke pasar luar nege...
Geliat Industri Tampah di Tabalong TANJUNG  - Kerajinan nyiru atau tampah di Desa Bangkiling, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menjadi usaha sampingan warga selain bertani atau m...
Potensi Arang Bambu sebagai Komponen Baterai JAKARTA - Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengembangkan arang bambu untuk dijadikan sebagai kompone...