Ekonomi Kalimantan Selatan Masih Bertumpu Sektor Komoditas

226

RABU, 8 FEBRUARI 2017

BANJARMASIN — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Kalimantan Selatan, Harimurthy Gunawan, menyatakan, perekonomian Kalimantan Selatan masih bergantung terhadap ekspor komoditas batubara dan minyak sawit mentah pada 2017. Ia memprediksi, permintaan kedua komoditas itu akan meningkat seiring mulai membaiknya harga di pasaran internasional.

Kepala BI Kalsel, Harimurthy Gunawan.

Demand-nya mulai naik. Kedua sektor komoditas kan sangat tergantung supply and demand. Mungkin naik 4,8 persen,” kata Harimurthy kepada wartawan di kantor BI Kalimantan Selatan, Rabu (8/2/2017).

Menurut dia, kenaikan harga batubara diikuti melonjaknya volume ekspor yang menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia berasumsi ada kemungkinan rebounds harga batubara dalam jangka pendek memicu perekonomian tumbuh di Kalimantan Selatan.

Namun, dia mengingatkan, “Sektor tersebut tidak bisa dijadikan penopang utama untuk jangka panjang.” Sebab, kata Harimurthy, kenaikan indeks harga batubara dan CPO tidak bertahan dalam tempo lama.

Ia mengatakan, kesadaran menggunakan energi terbarukan dan isu pelestarian lingkungan berpotensi mengganggu bisnis batubara. “Bisa jadi faktor turunnya harga batubara,” demikian Harimurthy berujar.

Itu sebabnya, Harimurthy mendorong pemerintah daerah mesti mempercepat transformasi ekonomi daerah. Cara transformasi yang ia tawarkan seperti memperluas hilirisasi mineral, membuka sentra perindustrian baru berbasis potensi lokal, dan pengembangan destinasi wisata. Terobosan ini demi memperkuat struktur perekonomian daerah di tengah fluktuasi harga komoditas.

Selain itu, ia meminta pemerintah menjamin kehandalan setrum sebagai nilai tawar investor membenamkan modal di Kalsel. Harimurthy mengingatkan momentum kenaikan harga batubara dan kinerja sektor pertambangan bukan penopang utama pertumbuhan ke depan.

“Ada teknologi shale gas. Apalagi cadangan terbatas dan batubara akan digantikan energi terbarukan yang lebih bersih,” demikian kata Harimurthy.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Baca Juga
Lihat juga...