Ekosistem Keindahan Alam dalam Aquarium Mini

379
SENIN 6 FEBRUARI 2017
SEMARANG—Jika Anda ingin menikmati keindahan biota laut tetapi malas untuk berjalan jauh, maka Aquascape adalah salah satu jawabannya. Baru-baru ini di Semarang diadakan kontes Aquascape. Lomba yang diadakan mulai tanggal 1- 7 Februari diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari kota-kota di Jateng, hal ini dikatakan oleh Ketua Komunitas Aquascape Semarang, Galih Suryawan.
Susana kontes Aquascape Semarang 1-7 Februari 2017.
Aquascape adalah seni menata replika ekosistem air sehingga menjadi suatu taman yang cantik, biasanya dilengkapi dengan ikan-ikan kecil yang bersliweran. Sejarah Aquascape diperkenalkan oleh the Dutch Society for Aquarists (NBAT) pada 1930-an, tetapi mulai dipopulerkan oleh Takashi Amano pada 1990.
Sejak masuk ke Indonesia pada 1993, pecinta Aquascape sekarang semakin berkembang, tercatat sekitar 2500 orang sering berkomunikasi aktif di grup Facebook sejak Aquascape Semarang didirikan pada Mei 2012, mereka sering bertukar informasi mengenai desain yang baru beserta material yang dipakai untuk menyusunnya. Untuk menjadi anggota sudah bisa dilakukan secara on-line dengan join di grup Facebook.
“Untuk estetika, seratus persen bahan yang dipakai berasal dari alam, bahkan tanamannya pun kami menggunakan yang asli agar ekosistemnya tetap terjaga,” ujar Galih.
Untuk mendekorasi Aquaqscape, dibutuhkan biaya yang bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan. Untuk kaca Aquarium ukuran 3 mm dibanderol mulai dari 80 ribu sampai ukuran 10 mm seharga 240 ribu, lampu neon 20 watt 100 ribu, filter hang on 85 ribu, pasir kayu dan batuan seharga 50 ribu, untuk difuser ceramic dan selang aerator 30 ribu belum lagi jika ingin tambah cantik kita harus mencocokkan jenis ikan dengan dekorasi yang ada.
“Jenis ikan kita disesuaikan dengan keinginan pemiliknya, yang terpenting ukurannya mini dan jenisnya bukan kanibal, biasanya jenis rasbora.”tambah Galih.
Selain lomba, Aquascape Semarang juga rutin mengadakan gathering dan pameran indoor maupun outdoor. Selain itu setiap tahun mereka juga rutin mengikuti kontes the International Aquatic Plants Layout Contest (IAPLC) yang diadakan oleh Aqua Design Amano (ADA). IAPLC sendiri adalah kontes paling bergengsi Aquascape di dunia dimana pesertanya berasal dari negara di berbagai belahan dunia. Di tahun 2016 Indonesia mengirim 122 aplikasi Aquascape yang menjadikannya sebagai negara dengan peringkat ke 4 di dunia pengirim aplikasi terbanyak.
Jurnalis: Khusnul Imanuddin/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Khusnul Imanuddin
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.