Eksotisme Tugu Soeharto Bangkitkan Cinta Tanah Air

95
SELASA 14 FEBRUARI 2017
SEMARANG—Terletak di antara pertemuan Sungai Garang dan Sungai Kreo, monumen setinggi 8 meter tersebut merupakan bukti perjuangan Soeharto menghadapi penjajah Jepang.
Tugu Soeharto. 
Pada 1945 saat masih berpangkat Mayor, ia ditugaskan untuk mengusir penjajah di Semarang. Dengan menggunakan kereta api, Mayor Soeharto bersama pasukannya tiba di Mranggen kemudian bertempur sengit di Pandeanlamper. 
Karena peperangan memakan waktu lama, pasukan yang dipimpinnya sempat terdesak. akhirnya ia memutuskan untuk mundur sementara waktu. Saat itu daerah Sampangan yang terletak di selatan Kota Semarang masih mayoritas kawasan hutan lebat adalah arah yang sudah ditetapkan untuk mengatur strategi kembali.
“Dengan kecerdikannya Pak Harto  melompat ke arah batu sungai, tingginya alang-alang membuat Jepang gagal menemukan jejaknya,” ujar Sutiyem, juru kunci Tugu Soeharto.
Setelah dirasa cukup untuk mengisi energi kembali, Mayor Soeharto kemudian bahu membahu untuk mengusir Jepang sebagai langkah mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945, kemudian meletuslah peperangan dengan skala lebih besar yang dikenal sebagai pertempuran lima hari di Semarang, dalam peperangan tersebut dr. Kariadi tewas diberondong tentara Jepang karena memeriksa Reservoir Siranda yang sudah diracuni airnya.
Untuk mengenang perjuangan dr. Kariadi, maka masyarakat Semarang kemudian mengabadikan namanya menjadi rumah sakit terbesar di kota itu, sementara wilayah Sampangan sebagai tempat persembunyian Mayor Soeharto direncanakan sebagai tempat pembuatan monumen napak tilas. Akhirnya pada 1967 saat menjabat Presiden, Pak Harto  meresmikan tempat bersejarah tersebut dengan nama Tugu Soeharto.
Untuk mempercantik penampilan Tugu Soeharto, pada tahun 2013 Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga meresmikan jembatan Tugu Soeharto. diharapkan dengan adanya jembatan tersebut, masyarakat Semarang bisa menangkap kemegahan Tugu Soeharto dengan sempurna, apalagi setelah adanya proyek normalisasi Sungai Garang dan Banjir Kanal Barat, alang-alang yang sempat bermunculan sudah tertata rapi dan indah.
Hingga sekarang, kawasan Tugu Soeharto menjadi salah satu tempat favorit masyarakat Semarang untuk refreshing. Apalagi ketika cuaca cerah, mereka akan datang bersama keluarga untuk menghabiskan waktu sambil berfoto bersama.
Jurnalis: Khusnul Imanuddin/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Khusnul Imanuddin
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.