banner lebaran

Emirsyah Satar Penuhi Panggilan Pemeriksaan KPK

64
JUMAT 17 FEBRUARI 2017
JAKARTA—Kasus perkara dugaan suap terkait pembelian sejumlah mesin pesawat buatan Rolls-Royce dan kasus perkara dugaan suap terkait pembelian pesawat penumpang komersial buatan Airbus A 330-300 untuk maskapai Garuda Indonesia hingga kini masih diselidiki dan didalami oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) .
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. 
Penyidik KPK untuk sementara telah menetapkan 2 orang sebagai tersangka, masing-masing Soetikno Soedarjo, seorang pengusaha yang diduga sebagai pihak pemberi suap. Penyidik KPK juga telah menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka pihak penerima suap. Emirsyah Satar belakangan diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT. Garuda Indonesia (Persero) selama 9 tahun, sejak 2005 hingga 2014.
Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung Baru KPK, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, menurut informasi seorang petugas KPK, Emirsyah Satar tiba di Gedung Baru KPK sekitar pukul 09:30 WIB. Emirsyah Satar langsung bergegas masuk ke dalam Gedung KPK tanpa berkomentar apapun saat ditanya para awak media yang biasa melakukan peliputan di Gedung KPK.
Pemanggilan sekaligus pemeriksaan terhadap Emirsyah Satar oleh penyidik tersebut merupakan yang pertama sejak dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap oleh penyidik KPK beberapa waktu yang lalu. Emirsyah Satar selama ini diduga telah menerima suap dalam bentuk uang senilai dua juta Dolar Amerika (USD) dan dalam bentuk barang senilai  dua juta USD.
“Yang bersangkutan (Emirsyah Satar) hari ini datang memenuhi panggilan pemeriksaan dan dimintai keterangannya sebagai tersangka oleh penyidik KPK, ini merupakan pemeriksaan pertama setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kaus dugaan suap pembelian mesin pesawat dan pembelian pesawat PT. Garuda Indonesia,” demikian kata Febri Diansyah, Juru Bicara KPK di Jakarta, Jumat (17/2/2017).
Jurnalis: Eko Sulestyono/editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.