Emmy Tak Ingin Berhenti dari Tabur Puja

SELASA, 7 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Sepak terjang Emmy Aznulleily yang akrab disapa Emmy, Ketua Posdaya Kenanga Simprug binaan Yayasan Damandiri dalam menjalankan Program Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) layak mendapatkan apresiasi. Selain memberdayakan ekonomi warga melalui pinjaman modal usaha mikro, melalui edukasi berkelanjutan ia berhasil menempatkan Tabur Puja sebagai pilihan warga untuk menabung. Dari 125 anggota Tabur Puja, 17 orang tidak melakukan peminjaman modal usaha, melainkan untuk menabung.

Emmy Aznulleily (kiri), Kader Damandiri anggota Tabur Puja.

Selain sepak terjangnya sebagai Kepala Bidang Tabur Puja Posdaya Kenanga Simprug, ternyata Emmy juga anggota Tabur Puja sejak 2014. Pinjaman modal usaha putaran pertama Emmy sebesar Rp 2 Juta, dalam jangka waktu pelunasan 12 bulan, cicilannya Rp 202 ribu. Pinjaman awal tersebut dipergunakan menambah modal usaha percetakan di rumahnya.

“Usaha percetakan saya kecil-kecilan, jadi dengan dua juta rupiah saja sudah cukup untuk modal dua sampai tiga proyek percetakan. Saat itu butuh dana tambahan untuk membeli bahan baku saja,” ujar Emmy.

Setelah menyelesaikan cicilan putaran pertama, ternyata jumlah tabungan sekaligus rekam jejak pembayaran cicilannya masuk golongan terbaik. Emmy ditawari oleh Tabur Puja Yayasan Damandiri untuk pinjaman yang kedua sejumlah Rp 3 juta. Setelah berkomunikasi dengan suami, ternyata mereka bisa menggunakan dana tersebut untuk mencoba ikut tender percetakan yang lebih besar di institusi pemerintahan. Emmy langsung menyambar tawaran modal usaha untuk masuk ke putaran kedua Tabur Puja.

Saat ditanya besaran tabungannya di Tabur Puja, Emmy hanya berkelit merendah, ia mengatakan, sedikit demi sedikit tabungannya terus bertambah. Rencananya ia juga akan menggunakan tabungan tersebut untuk menjadi tambahan modal usaha jika memang diperlukan. “Terus terang saya sedang konsentrasi untuk tabungan keluarga dulu. Untuk tabungan di Tabur Puja biarkanlah menjadi kondite agar jumlah pinjaman saya terus bertambah di putaran berikutnya,” imbuh Emmy.

Selama putaran pertama Tabur Puja hingga separuh putaran kedua, Emmy tidak pernah menunggak tagihan. Hal ini dilakukan sebagai wujud tanggung jawab seorang kreditur serta contoh bagi para anggota Tabur Puja lainnya. “Masyarakat butuh inspirasi dan contoh, jika mencontohkan yang tidak baik, mana ada yang mau mendengarkan omongan saya? Jadi, jika dipercaya menjadi seorang tauladan di depan, jadilah tauladan sebagaimana mestinya,” pungkas Emmy.

Pembayaran cicilan di sekretariat Posdaya Kenanga Simprug.

Emmy tidak berencana berhenti dari Tabur Puja. Bahkan ia ingin terus memberdayakan warga lewat Tabur Puja. Selain ingin terus menjadi pengurus, ia pun ingin melanjutkan keanggotaan Tabur Puja sampai putaran yang kesekian kalinya kelak. Ada rencana terus mengembangkan usaha percetakan.

Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw

Komentar