Forum Pemerhati Budaya Sasak Lombok Laporkan Baliho yang Lecehkan Perempuan

100

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017

MATARAM — Dinilai melecehkan kaum perempuan, baliho lomba peresean dan iklan property di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan puluhan aktivis perempuan yang tergabung dalam Forum Pemerhati Budaya Sasak (FPBS) ke Majelis Adat Sasak, Jumat (10/2/2017).

Koordinator Forum Pemerhati Budaya Sasak, Mahmuda Kalla

Koordinator FPBS, Mahmuda Kalla, mengatakan, semua baliho tersebut secara terang-terangan melakukan pelecehan dan merendahkan harkat dan martabat perempuan, khususnya di NTB. “Tulisan yang termuat di baliho itu sangat melecehkan perempuan, yang benar saja lomba kebudayaan peresean berhadiah perempuan, begitu juga dengan iklan properti,” kata Mahmuda, saat menyampaikan aduannya di kediaman Ketua MAS Lombok, Mujitahid, Jum’at (10/2/2017).

Menurutnya, konten yang terdapat di baliho lomba peresean dan iklan properti tersebut juga seakan memposisikan perempuan seperti barang dagangan, yang menurutnya jelas merupakan penghinaan terhadap perempuan dan termasuk perbuatan pidana. Selain itu, adanya baliho dengan konten melecehkan perempuan dalam even kebudayaan peresean tersebut, membuktikan kelompok yang menyelenggarakan kegiatan tidak memahami budaya Sasak secara utuh. “Sehingga, masyarakat Sasak yang memiliki seni dan budaya tinggi nilainya, jutsru menjadi ternodai,” tegasnya.

Karena itu, lanjutnya, FPBS meminta kepada MAS untuk memanggil panitia penyelenggaraan even budaya peresea serta perusahaan properti untuk diberikan pembinaan dan sanksi, membuat awik-awik yang mengatur ketentuan kepada siapapun dan pihak manapun supaya tidak lagi membuat iklan atau even yang merendahkan harkat dan martabat perempuan.

Sementara itu, Ketua MAS, Mujitahid, juga menilai baliho even budaya peresean dan iklan properti tersebut sudah sangat merendahkan perempuan dan merusak keluhuran budaya Sasak yang demikian menghargai perempuan. Karenanya, ia akan segera melayangkan surat panggilan kepada panitia even budaya peresean dan perusahaan yang memasang iklan properti dengan hadiah istri muda, sekaligus untuk melakukan klarifikasi kebenaran iklan tersebut. “Pemanggilan dan teguran akan diberikan, kalau itu tidak diindahkan, maka jalur pidana akan jadi pilihan. Tapi, selama masih bisa dilakukan dengan mediasi, tentu akan lebih diutamakan,” pungkasnya.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Koko Triarko / Foto : Turmuzi

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.