FPBS Lombok Sebut Diskriminasi Perempuan di NTB Masih Kerap Terjadi

123

JUMAT, 10 FEBRUARI 207

MATARAM — Aktivis perempuan yang juga Koordinator Forum Pemerhati Budaya Sasak (FPBS) Lombok, Nusa Tenggara Barat, Mahmuda Kalla, mengatakan, tindakan kekerasan dan perlakuan diskriminatif terhadap perempuan hingga sekarang masih kerap ditemukan di NTB.

Aktivis perempuan yang tergabung dalam Forum Pemerhati Budaya Sasak Lombok saat bertemu Ketua Majlis Adat Sasak di Mataram.

“Perlakuan diskriminatif tersebut tidak saja dalam bentuk tindakan fisik, tapi juga dalam bentuk psikis melalui omongan dan simbol-simbol yang mendiskreditkan, merendahkan harkat dan martabat perempuan,” terangnya di Mataram, Jum’at (10/2/2017).

Menurutnya, kekerasan psikis paling sering sering ditemukan, antara lain berupa audio visual dan tulisan yang mendiskreditkan perempuan, seperti iklan dan lagu – lagu Sasak Lombok. (Baca: Forum Pemerhati Budaya Sasak Lombok Laporkan Baliho yang Lecehkan Perempuan). Karena itu, peran-serta dan paritsipasi masyarakat secara aktif sangat diperlukan, termasuk tokoh agama dan budaya memegang peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat agar dapat menghargai perempuan.

“Majelis Adat Sasak juga diharapkan bisa mengambil peran dalam upaya membangun budaya adil gender di tengah masyarat, baik melalui pendidikan maupun dengan membuat awik-awik,” katanya, sembari mengingatkan, guna mewujudkan budaya adil gender yang tidak diskriminatif itu tidak cukup hanya dengan undang-undang dan pendekatan hukum, melainkan juga kesadaran masyarakat juga harus terus didorong.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Koko Triarko / Foto : Turmuzi

Baca Juga
Lihat juga...