banner lebaran

Gagas Foundation Mataram Ingatkan Rokok Pintu Masuk Narkoba

91
SENIN 20 FEBRUARI 2017
MATARAM—Direktur Yayasan Galang Anak Semesta (Gagas) Foundation Mataram, Azhar Zaini mengatakan, kecanduan menghisap rokok, terutama di kalangan anak dan pelajar bisa menjadi pintu masuk narkoba.
Tulisan warung ini tidak menjual rokok pada anak-anak terpampang di salah satu warung depan SMPN 13 dan SMAN 3 Mataram.
Karena itulah, untuk mencegah terjadinya predaran narkoba di tengah masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pelajar, pemerintah terlebih dahulu harus memastikan anak dan lingkungan sekolah bisa terbebas dari kepungan iklan rokok yang bisa memancing anak untuk merokok.
“Rokok merupakan pintu masuk narkoba, kalau bebas narkoba, bebaskan dulu anak dari bahaya rokok,” ujar Azhar di Mataram, Senin (20/2/2017).
Menurutnya, selama ini masyarakat dan pemerintah demikian gencar mengkampanyekan bahaya penyalahgunaan narkoba, tapi semua itu akan sia-sia kalau bahaya merokok sebagai pintu masuk narkoba belum serius dilakukan.
Gandeng Dinas Pendidikan
Untuk mendorong dan membebaskan anak pelajar dari bahaya mengkonsumsi rokok, selain melalui gerakan yang dijalankan secara mandiri bersama para aktivis dan pemerhati anak.
Yayasan Gagas Foundation, kata Azhar, juga menggandeng dan menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Mataram, termasuk sekolah yang ada di Kota Mataram, terutama yang banyak dikelilingi iklan rokok melalui warung dan kios.
“Selain melakukan sosialisasi dan pelatihan tentang bahaya rokok bagi kesehatan terhadap siswa dan pelajar, pendampingan juga dilakukan kepada siswa supaya tidak mengkonsumsi rokok,”  katanya.
Termasuk dengan melakukan pendekatan dan merayu pemilik warung, supaya mau mencabut iklan rokok yang dipasang didepan warung dan menggantikannya dengan spanduk berisikan tulisan kreatif berisikan kampanye untuk tidak merokok.
Beberapa tulisan yang terpampang antara lain seperti tulisan “warung ini tidak menjual rokok pada anak – anak, “mendukung Kota Mataram sebagai kota layak anak, Kota tanpa iklan rokok.
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.