Ganti Program Raskin, Pemerintah Gulirkan Bantuan Pangan Non Tunai

326
RABU 8 FEBRUARI 2017
YOGYAKARTA—Pemerintah akan menggulirkan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai transformasi program Beras Sejahtera (Rasta) atau Beras Miskin (Raskin) secara serentak di Indonesia pada 23 Februari 2017 mendatang. Program BPNT ini akan dilakukan di 45 kota dan 6 kabupaten termasuk di antaranya Kota Yogyakarta dan 7 kecamatan di Kabupaten Kulonprogo. 
Kepala Bulog Dirve DIY, Miftahul Adha.
Kepala Bidang Pengembangan Bantuan Sosial Dinas Sosial DIY, Agus Setyanto menjelaskan pogram BPNT ini sendiri merupakan program bantuan pemerintah pusat pada masyarakat miskin untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima dengan menggunakan kartu yang terkoneksi dengan bank yang telah ditunjuk pemerintah dalam hal ini Bank BNI. Setiap keluarga kurang mampu akan diberikan kartu untuk pengambilan uang senilai Rp110 ribu per bulannya.
Dijelaskan uang ini nantinya hanya dapat dicairkan dalam bentuk barang kebutuhan pokok yakni beras, gula, tepung terigu dan minyak goreng. Penukaran barang kebutuhan pokok tersebut nantinya dapat dilakukan di sejumlah agen penyalur bahan pangan yakni dari Bulog berpa Rumah Pangan Kita (RPK) serta Agen BNI 46. Apabila terdapat sisa, maka uang dapat diakumulasikan pada bulan berikutnya. 
“Di DIY sendiri total terdapat sebanyak 46.482 keluarga penerima BPNT. Terdiri dari 17.634 keluarga di kota Yogyakarta dan sebanyak 27.848 keluarga di Kulonprogo,” ujarnya dalam acara Sosialsiasi dan Kesiapan Pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai di Yogyakarta, Rabu (08/02/2017).
Sementara itu Kepala Bulog Dirve DIY, Miftahul Adha menyatakan pihaknya telah menyiapkan kebutuhan beras dan gula untuk program BPNT tersebut hingga 1,5 bulan ke depan. Untuk sementara penyaluran program BPNT ini hanya meliputi 2 jenis kebutuhan pokok, terdiri dari 800-900 ton beras serta 150 ton gula. “Untuk saat ini baru beras dan gula. Namun ke depan bahan kebutuhan lain juga akan kita sediakan,” ujarnya. 
Jumlah agen penyalur Bulog berupa RPK di DIY sendiri sampai sat ini tercatat masih minim, yakni sekitar 290 an agen. Jumlah itu dinilai masih belum mencukupi untuk mendukung program BPNT. Sehingga pihak Bulog mengaku akan terus mendorong penambaan jumlah RPK di DIY. “Kita targetkan akan ada penambahan 300 RPK lagi di DIY tahun 2017 ini,” katanya. 
Selain bertujuan meningkatkan ketetapan sasaran dan waktu penerimaan bantuan pangan bagi keluarga kurang mampu, program BPNT ini juga dilakukan sebagai upaya memberikan nutrisi yang lebih seimbang, serta memberi lebih banyak pilihan dan kendali kepada keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka. 
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Jatmika H Kusmargana
Baca Juga
Lihat juga...