banner lebaran

Gelombang Tinggi, Ribuan Warga Kampung Wuring Sikka Mengungsi

66

RABU, 8 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang menghantam ratusan rumah panggung di Kampung Wisata Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, ribuan warga terpaksa mengungsi ke Masjid AR Rahmat yang berada di bagian depan kawasan kampung ini.

Warga yang berkumpul dan hendak mengungsi ke Masjid AR Rahmat di bagian depan Kampung Wuring.

Demikian disampaikan salah-satu warga Kampung Wuring yang juga anggota DPRD Sikka, H. Alaudin, saat ditemui Cendana New, Selasa (7/2/2017), malam. Dikatakan, gelombang tinggi disertai angin kencang sejak pagi hari sebelumnya mengakibatkan 4 rumah warga roboh, bahkan sebuah rumah terbawa air laut. “Warga terpaksa kami ungsikan sementara ke masjid di bagian depan perkampungan untuk menghindari terjadinya kecelakaan akibat ambruknya rumah saat diterjang gelombang,” ujarnya.

Alauidn juga mengatakan, selain mengungsikan warga ke masjid, pihaknya berkoordinasi dengan BPBD Sikka dan Dinas Sosial Kabupaten Sikka, agar bisa membuka dapur umum sementara waktu sambil menunggu cuaca membaik.

Sebuah rumah panggung di samping masjid apung yang sudah miring dan terancam roboh.

Sementara itu, Ketua RT 44, RW 09, Kampung Wuring, Keluarahan Wolomarang, Anto, yang ditemui di lokasi kejadian menjelaskan, selain rumah yang roboh, ada 30 rumah panggung lainnya yang sudah miring dan terancam rubuh sehingga warga mengikatnya dengan tali kapal. Disebutkan pula, ada sekitar 3.000 warga yang hidupnya terancam bila gelombang tinggi dan angin kencang terjadi lagi, karena hempasan gelombang membuat tiang kayu penopang rumah yang berada di dalam laut lama-kelamaan akan patah. “Saat air laut pasang, hempasan gelombang sangat kencang sehingga ketinggian air bisa masuk ke dalam rumah panggung yang tingginya sekitar tiga hingga empat meter dari dasar laut,” terangnya.

Selain itu, lanjut Anto, padamnya listrik selama sehari menyebabkan warga tidak memiliki air bersih, karena sebagian besar warga bergantung kepada air dari PDAM yang tidak mengalir, sementara mesin pompa air milik warga pun tidak bisa beroperasi. “Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Alaudin dan meminta, agar BPBD Sikka bisa menyediakan air bersih bagi warga, baik yang mengungsi maupun masih bertahan di rumah mereka,” tuturnya.

Sementara itu, ribuan warga selain mengungsi ke masjid, juga bergerombol di depan jalan dan berjaga-jaga bila terpaan gelombang semakin tinggi, dan akan mengosongkan isi rumah mereka. Beberapa rumah yang berada di ujung barat kampung yang berada di laut yang paling dalam, hampir semua sudah mengosongkan perabotan rumah mereka dan menitipkannya ke sanak-saudara yang rumahnya berada di jalan masuk kampung yang dibangun di atas tanah.

Terpaan ombak terlihat hanya berjarak sekitar 2 meter dari jalan, bahkan sesekali ombak yang menghantam tiang rumah panggung percikannya mengenai orang yang sedang berjalan di jalan raya di komplek perkampungan itu.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.